Rabu, 28 Desember 2011

SETETES DARAH MU SANGAT BERARTI BUAT MEREKA....


Terinspirasi oleh banyak penulis salah satunya Radityadika tentang catatan hariannya,  aku mencoba menulis. Nggak ada salahnya kan, kalo dibilang aku ikut-ikutan nggak juga, aku analogikan menulis seperti bernyanyi.  Semua orang bisa melakukan tetapi ada yang profesional dan ada juga yang hanya iseng melakukannya.
Nah aku termasuk orang yang suka bernyanyi tetapi dengan suara yang nggak enak didengar, tetapi jika semakin berlatih bernyanyi aku yakin nyanyian aku akan semakin merdu...(haha ngarep)
 toh si radit juga ikut-ikutan orang lain. Dia bilang “norak banget nih orang nulis pengalaman pribadi di Blog”, besoknya Radit ikutan ngeblog....

aku mencoba menjadi diri sendiri dan inilah aku....
 Nggak ada yang sempurna so, kecacatan dalam menjalani hidup bukanlah sebuah aib melainkan sesuatu yang alamiah terjadi dan patut disyukuri...

Kelamaann nih kata pengantarnya.. Baik ... kita mulai..

6 desember 2011, akhirnya selesai juga kemelut penetapan kursi DPM univ.  KPRM (komisi pemilihan raya mahasiswa)  telah mengeluarkan SK KPRM no 10/KPRM/XII/2011 yang menetapkan presma terpilis Geovani Van Empel dan SK no 11/KPRM/XII/2011 yang menyatakan perolehan kursi DPM (dewan perwakilan mahasiswa) yakni Boulevard 1 , Kampus Biru 3, Bunderan 8, Sayang mama 3, FLP 2,  Balairung 1, Srikandi 1, dan Macan Kampus 4 serta 1 kursi dinyatakan kosong.  Rapat penetapan dilakukan sekitar pukul 8 pagi hingga pukul 5 sore. Sempat terjadi perdebatan panjang akan tetapi semua berakhir dengan baik.  
 
sebagai Mahkamah Pemira (MP) harus bersiap.meminjam ruang sidang simulasi PS 2, peralatan sidang, dan baju hakim sudah siap semua. Takut terjadi perselihan hasi pemira (semoga nggak terjadi ya.. hehehehe) . Apa yang bisa kulakukan semaksimal mungkin dan seiklas mungkin demi memberikan kontribusi untuk UGM. Setelah print segala macam berita acara, dilanjutkan menempel petunjuk di sekre BEM sebagai sekretariar kepanitraan Mahkamah Peira di didnding sebagai petunjukarah dan di depan kaca sekre Bem. Nah waktunya pulang ke kos.

Sampai di kos sekitar magrib. Mulai kemasukan setan tubuh ini... ngantuk dan tidak bersemangat sampai akhirnya tidur-tiduran. Hingga terdengan azan pukul 7 lebih. Nah loh kelewatan magrib . belum mandi, bau keringat dan perut keroncongan. Seperti biasa otak ini loading dulu untuk memikirkan tahap-demi tahap apa yang harus di lakukan. Mulai muncul khilasan2 apa yang akan aku lakuin beberapa jam kedepan.  Tahap pertama mandi, kedua solat isya, ketiga bawa cucian ke loundry, keempat makan, dst.. setelah terprogram dalam otak aku dan setelah keluar kamar ada si Ulum  (teman sejurusan cah nganjuk) datang. Ngajakin makan.  Hahaha kebetulan sekalian ajakin dia aja ke Diana Musik buat beli senar gitar . lah? Beli senar gak ada di sekenario otak gue tadi,  lho..? dari  mana asalnya? Rencana ini muncul karena memang sudah direncanakan waktu tadi siang tetapi karena acara di gelanggang molor akhirnya tertunda.

“pri, makan yok” ajak ulum
“ayok, ngendi rek? Tapi aku arep tuku senar gitar sek sedilit” jawab aku (belajar bahasa jawa)
“ayo asal nggo motormu” jawab ulum
“oke..”

Nah di jalan bareng sohib aku yang Ketua IMM UGM dan sekaligus anggota MAPAGAMA. Lumayan dapat banyak hal. Sharing hal-hal yang nggak pernah ku tahusebelumnya. Dari mulai masalah asmara sampai curhat dia yang terlalu sibuk mengurusi teman-teman IMM dari daerah lain yang main ke yogyakarta.
Seperti biasa di jalan sekitar Tugu selalu ramai dengan kendaraan ditambah lampu jalan khas jogja berbentuk antik yang menambah suasana menjadi eksotik.
Sampai akhirnya di Diana Musik. Tempatnya megah dan dipenuhi berbgai alat musik berdasarkan kriteria. Mulai dari Drum, Kaze, sampai dengan Keyboard dan Amplifer yang harganya belasa juta. Pokoknya lengkap. Si Ulum terkagum-kagum melihat set alat musik yang berkilauan dan harganya wah.  Singkat kata transaki dengan penjaga toko telah selesai.
harga senar 63 ribu satu set. Tapi sebelum keluar toko menyempatkan diri dulu ke ruang Fender.. hehehe.. gitar idaman dari dulu sejak SMA, mata aku jelalatan liat gitar yang digantung.  Fender Telecaster harganya 13 jutaan. Haduh.. Stratocaster 10 jutaan... wah mahal banget, tetapi dari dulu emang segitu harganya.. penjaganya nawarin Square, yang tele fender. Anak perusahaan katanya sih, tetapi beda material. Kualitas juga beda harganya sekitar  digantungtar 3 jutaan... haduh n.. mending mimpi aku disimpen dulu aja.
Setelah keluar toko , di jalan aku tanya Ulum

“jadi begini lum, kenapa alat musik tuh mahal?” tanya aku mencoba memecahkan kesunyian di jalan naik motor, seblelum dia menjawab aku serobot duluan dengan jawaban aku sendiri dengan gaya sotoy, “ ya karena kalo alat musik murah semua orang bisa jadi artis dong, punya alat musik semua”  heheheh... aku sok lucu buat menghibur si ulum yang agak galau. Dari tadi dia ngajakin ngomongin cewek melulu. Padahal aku paling sensitive karena sering di tolak cewek dan selama aku kuliah tiga tahun belum pernah punya pacar.. .
Di jalan aku menjelaskan kepada ulum kalo alat-musik tuh harganya memang mahal, dibuat bukan main-main dan karena material , teknik produksi dan tingkat akurasi yang tinggi dari pabrik di luar negeri plus tenaga untuk membayar sang ahli. Sehingga suara yang dihasilkan dapat menghipnotis pendengar musik , (tergantung yang mainin alat musiknya kalee)

Sepulang dari Diana Musik, makan disekitar pogung. Luamayan ditempat makan banyak mba-mba cantik.. mata aku shoping lagi.. nggak apa-apa lah ya.. kan aku single. Single , bukan jomblo. Kata si Adit (temen fakultas asal bali) kalo jomblo tuh nggak laku, nah single tuh pilihan belum niat nyari.? Hahaha di bukunya Mabusia Setengah salmon Radityadika lebih parah lagi. Dalam papernya dia menjelaskan kriteria jomblo... ada tiga, tetapi kalo pengen tau lu baca sendiri aja deh bukunya... hahahaha////

Akhirnya sekitar jam 10 malam sampai kos, baru mau masuk kamar eh, temen kos kasih info kalo di RS sarjito butuh darah golongan B. Nah loh... dialog nya seperti ini :

Catur (Teman Kos Fakutas Psikologi asal Padang) :” Pri, golongan darahmu apa? Nih ada yang buth cepet Rs Sarjito golongan B”  tanya catur
Aku “ kata Ibu sih darahku B” jawab aku
Catur : “lah kok kata ibu? Emang blum pernah di cek?”
Aku “Belum, soalnya Ibuku B, Bapakku juga B, otomatis anaknya B kan? Kecuali aku anak pungut, hahahaha” dalam hati aku semoga aku bukan anak pungut, kalopun anak pungut semoga orang tua asli aku lebih kaya dari ortu aku yang sekarang. Ngookkk, ngimpi . ya nggak lah, aku dah bersyukur punya orang tua yang sekarang. Walaupun kadang Bapak agak nyebelin...
Catur “okelah, mau nggak ni ada yang buth tiga kantong?”
Aku” wah gimana ya? “ dalam hati aku ragu. Ada jati diri aku yang baik, dan ada syeitan yang berbisik. Dalam jati diri aku yang baik menyarankan demi kemanusiaan apa salahnya menymbangkan sedikit darahmu, toh kamu belum pernah melakukannya, katanya mahasiswa? Agent perubahan, masak donor darah aja nggak mau?, di lain pihak seitan yang berbisik mendingan tidur aja. Nanti badan kamu sakit lho...
Aku bingung stengah mati, seumur-umur belum pernah donor darah. Aku ngebayangin jarum suntik yang gede, selang dan kantong darah. Wah ngeri deh. Tetapi aku merenung jikalau suatu saat kecelakaan atau sakit dan membutuhkan darah banyak. Demi alasan kemanusiaan maka aku setuju.
“okey... aku Donor “ jawab aku
“oke kalo gitu kita ke masjid Wardiyah samping Sarjito ngambil surat rekomendasi dulu ya..”jawab catur

Setelah ke masjid Mardiyah mengambil surat rekomendasi, aku dan catur ke Ruangan PMI sarjito. Aku masuk. Aku duduk menunggu giliran. Di depan aku ada percakapan antara keluarga pasien dengan petugas unit tranfusi. Keluarga butuh sekitar 10 kantong darah A. Dan ngga ada stock nya. Alamak...Orang tersebut anak muda sekitar 20 tahunan dan Bapak-bapak kebingungan mau keman mencari darah buat keluarganya.  Soalnya mereka sudah keliling PMI jogja dan semuanya kosong. Astagfurullah...
Setelah aku mengisi formulir akhirnya tina glliran. Sebelumnya darah aku di cek dulu oleh mba  Vira (petugas tranfusi). Dialognya seperti ini.

“silahkan mas, belum pernah di cek ya golongan darahnya” tanya mba vira
“kata Ibuku sih aku B, soalnya ortu semuanya B” jawab aku
“ oh. Okey biasnya anaknya B , atau bisa juga O, nah smoga darah mas diantara A dan O ya” balas mba Vira
Lha.. smoga? Berarti kalo nggak B atau O aku anak pungut dong? H wah hati aku berdebar nih..
Dengan menggunakan alatnya mba Vira memegang tangan Aku dan mengambil sample darah untuk di teliti di alatnya seperti kertas dan diberi cairan kimia tertentu... wah ternyata dunia kedokteran tuh sangat luar biasa ya...

Akhirnya Mba Vira ngasih tau aku kalo darah aku B, dan bisa melanjutkan proses donor darah karena hemoglobinnya tenggelam...
nah waktu di tensi ternyata aku darah tinggi. 150 lebih.. . kata petugasnya Mba Vira nggak bisa di tranfusi. Aku coba menebak, kayaknya bakalan mucrat kemana-mana deh kalo darah tinggi terus di donorin ke kantongnya. Wah gawat nih bisa-bisa aku jadi manusia berdarah muncrat..  Harus menunggu sampai turun ke 130 dulu baru bisa.  Akhirnya 30 menit kemudian tekanan darah aku turun ke 140 dan 20 mentit kemudian menjadi  130. Dan di tranfusi ke kantong.
Pertamnya aku deg-degan liat alatnya. Ada jarum gede, selang dan kantong. Di bawah tempat duduknya ada tibangan elektronik . mba Vira mencet siku tangan aku sambil ngolesin cairan buat sterilkan. Nah ternyata agak kesusahan mencarai pembulu Vena di tangan kanan aku. Soalnya kata mba Vira aku jarang angkat beban atau olahraga, sehingga tangan aku isinya daging doang. Hehhe sampe2 dia membuka sarung rangannya supaya lebih bisa mencari pembuluh vena. Di atas meja jarum gede dan tersambung di selang bersinar dan menunggu untuk menancap di pembuluh darah aku...

“mas nya jarang olah raga ya,,? Jarang angkat beban” kata mba Vira
Haha aku tersenyum malu..  lengan aku nggak kaya lengan cowok. Agak lembek dan berlemak.
Akhirnya tangan mba vira menemukan aliran darah vena di lengan aku...
“nah sudah ketemu ni.. kita mulai ya.. bismillahrohmanirohim”
Aku menahan sakit dan sangat teras ketika ujung jarum ditancapka darah segar mengalir ke selang transparan turun ke kantong dibawah yang diatas timbangan elektronik. Angka-anga digital mulai berjalan dan kantong darah  ulai bergelembung

Ternyata nggak sakit. Karena kata Mba nya tergantung merk jamrum yang di pakai. Kalo yang murah biasanya sakit, panas, dan nyut-nyutan. Tetapi kalo jarum yang mahal nggak sakit. Hehehe... ternyata alat kedookteran ada level kualitasnya juga ya kaya sepatu kualitas KW.
Selama darah aku mengalir dari kantong  gu teringat film Breakingdawn sequelnya twilight... fampir yang doyan darah. Waktu itu aku nonton bareng su putri, anak ke[erwatan 2009. dia cantik tapi dah punya cowok.  Di film itu si ada wanita yang dihamilin vampir dan dia perlu minum darah supaya bayinya dapat nutrisi... Huwekkk.... ni  film konyol banget tetapi banyak yang nonton , dugaan aku sih karena para bintanya ganteng dan cantik. Vampirnya ganteng jadi terkesan romantis. Coba kalo vampirnya juelek... nah kagak ada romantis-romantisnya.

Sambil menunggu kantong penuh aku bercakap-cakap dengan Mba Vira. Aku menanyakan mulai dari asal kuliahnya dimana sampai bertanya seputar  intalasi tempat ia bekerja sekarang. Sangat ramah dan hangat di selingi pertanyaan balik dan beberapa kali tawa canda. Aku menggerakgerakan tangan kanan aku dan “mas, jangan bergerak gerak tangannya, nan macet dan jika belum penuh maka dipindahkan ke tangan yang sebelah kanan” tegur mba nya...
Ha? Haduh.. karena aku nggak mau proses pencoblosan (emangnya pemilu jaman orba?) pembuluh vena di ulang di lengan sebelah kiri aku langsung mematung... sambil ketawa-ketawa sendiri negebanyani kalo hal tersebut terjadi beneran...
Mba Vira juga ketawa ngeliat gelagat aku ..
Setelah kantong darah penuh, mba Vira mengucapkan terima kasih. Aku dapet bingkisan roti dan susu. Lumayan. Heheh trima kasih mba.. aku langsung keluar ruangan . temen aku si Catur udah tidur di ruang tunggu.

“tur bangun, pulang yok, “
“kok lama banget pri?”
“iye, aku darah tinggi, jadi harus istirahat 50 menit buat nurunin tensinya, nih lumayan aku dapet bingkisan. Aku tau kalo aku lapar dan nggak punya duit aku tinggal donor darah aja trus dapet makanan, hahahahha”
“apah yang ada mati luh kelaperan di sedot darah lu” catur mencoba menanggapi tanpa mimik serius....
Setelah selesai pukul 11 malam , aku dan catur pulang.  Dalam perjalanan  mencoba merenung. Ternyata sehat itu anugrah. Banyak orang dirawat di rumah sakit. Mereka berjuang melawan penyakit dan bertahan hidup. tetapi aku barusan nggak solat magrib Cuma gara-gara malas dan kecapaian.  Mungkin selama ini aku terlalu sibuk mengejar cita-cita. Menjadi  Artis band yang nggak kecapai dan berbelok arah ingin jadi Corporate lawyer, orang sukses, orang terpandang. Tetapi selama ini aku melupakan Allah. Tuhan yang menciptakan. Memberikan nafas, rezeki dan kesehatan.

Semoga hikmah hari ini membawa perubahan bagi hidup ini. esok dan selamanya....

Sabtu, 17 Desember 2011

Tiga jam Bersama Habiburahman El Shirazy


       Salah satu orang yang menginspirasi aku untuk menulis adalah seorang sastrawan Habiburahman El Shirazy atau biasa di panggil kang Abi. karyanya novel ayat-ayat cinta dan novel Ketika Cinta Bertasbih menjadi novel best seller dan telah difilmkan.  Novel ayat-ayat cinta terjual hingga satu juta eksemplar. Hari ini, jumat 16 november 2011, saya berkesempatan untuk bertemu dengan beliau dalam acara talkshow tentang kepenulisan yang diadakan mahasiswa perikanan fakultas pertanian UGM. Di dalam benakh saya tersimpan tanya. Sebenarnya apa yang bisa membuat kang Abi menjadi penulis yang tulisannya mengisnpirasi banyak orang?  Mungkin nggak ya  bisa menjadi penulis terkenal seperti kang Abi? Hehehehe, nampaknya seperti mimpi disiang bolong, tetapi mimpi adalah permulaan yang baik. Bukankah dahulu juga orang bermimpi bisa terbang di langit?
       Jam 13.00, hari jumat.  nggak solat jumat karena Malamnya ngerjain tugas sampai pagi. Masih agak ngantuk dan lelah Dengan tergesa-gesa saya berjalan ke arah auditoriun fakultas pertanian UGM. Sebelumnya terlebih dahulu bertemu teman-teman komunitas HTN di fakultas Hukum untuk memberikan hasil riset tentang kemajuan pembangunan propinsi papua dan papua barat pasca diberlakukannya otonomi daerah. saya pamit ama sesepuh (panggilan senior yang sudah matang ilmu dan berpengalaman juara nasional debat).  Perjalanan saya ke arah auditorium di iringi rintik-rintik hujan. Memasuki fakultas pertanian saya disambut pohon-pohon jenis akasia dan cempaka di kanan dan kiri yang tumbuh lebat dan daunnya menjuntai ke segala penjuru. saya melewati jalan setapak yang di balut batu alam yang lebut. Lurus ke arah utara dengan corak yang alami. Lay out Di sini benar-benar tertata rapi dan indah untuk di lihat, namun tampak asing dan karakter manusianya pun agak berbeda. Mungkin karena beda kluster dengan fakultasku. Singkat kata  sampai di dapan auditorium dan segera menuju ke meja registrasi.  saya disambut panitia, cewek ,  jadi teringat perkataan temen (gilang pamungkas). Dia membagi tipe wanita menjadi empat macam. Tipe A sampai tipe D. Tetapi saya gak mau bergelut dengan apa yang ada dalam pikiran saya tentang tipe wanita dihadapan saya. saya harus registrasi dan segera masuk ke aula. Nah sebelum masuk gue terlibat dialog dengan wanita yang jadi panitia. Dalam tulisan ini saya menyebut dengan nama mba panitia.
“selamat datang mas, silahkan menunjukkan kuitansi pembayarannya” tanya mba panitia.
Karena saya buru-buru akhirnya lupa bawa kuitansi pembayaran tiket talkshow
“wah, maaf mba, ketinggalan” jawab saya secara diplomatis
“kalo gitu namanya siapa ya mas?” tanya mba panitia
“nama saya... nah yang ini mba” saya nunjukin nama menggunakan jari telunjuk di list daftar peserta tetapi belum saya tandatangani.
“silahkan tandatangan mas” sambut mba panitia
Setelah  tandatangan saya langsung diberikan perlengkapan seperti booknote, materi, pulpen dan yang paling nggak kalah penting adalah snack.  Ingat ! Bukan snake tetapi snack atau makanan ringan. sesuatu banget buta saya karena gue belum sarapan dan makan. Hahaha...
Saya masuk ke dalam melewati pintu yang di jaga oleh panitia pria. saya memberi isyarat untuk masuk dengan bahasa tubuh respect dan mata ini lirik kanan kiri untuk membidik tempat duduk yang bakalan diduduki. Ada blok  kanan dan kiri semuanya hampir terisi penuh dan merata. Mata ini tertuju di barisan kelima dari depan. Di depan sudah ada dekan Fakultas pertanian yang membuka acara. Ada juga ujung mata saya sebuah mini stage dengan back drop seperti poster proposi acara talkshow ini. di mini stage tersebut ada tiga buah kursi dan meja yang ditata dengan apik dilengkapi dengan hiasa bunga. Di pojok depan sebelah kanan terdapat meja operator dan tempat panitia mengontrol acara, didukung oleh soundsistem yang baik dan ruangan menggunakan AC walaupun akhirnya dimatikan karena diluar hujan deras. Dari apa yang disampaikan Bapak dekan saat barusan gue baru mengerti asal mula julukan kampus biru  untuk kampus ini. Konon dahulu ada seorang dosen  di kampus ini yang menulis sebuah novel dengan judul kampus biru. Oh.... jadi begitu ya pak. Hehehe.
Setelah acara dibuka pembawa acara mengambil alih. Seorang wanita dan pria yang berpenampilan menarik dan komunikatif. Sembari mendengarkan ocehan mereka gue melahap snack yang ada di kardus. Ada aqua gelas, roti, risol dan apa saya nggak tau makanan apa yang jelas enak. Heheheh
Acara inti akhirnya dimulai. Satu persatu pembicara dipanggil oleh moderator disertai tepuk tangan riuh dan meriah para hadirin. Saya menebak ada sekitar 250 an mahasiswa yang datang pada waktu itu.  Pembicara pertama yaitu kang Abi, dan pembicara kedua adalah Iip Wijayanto yaitu penulis buku sex in the kost. Tetapi gue akan fokus mengulas segala informasi yang disampaikan oleh Habiburrahman El Shirazy atau kang abi dalam tulisan saya ini. dengan dipandu oleh moderator perbincangan sangat menarik. Beberapa point yakni sebagai berikut :
“Sejak kapan kang Abi mengenal dunia sastra atu kepenulisan?” tanya moderator
Kang Abi memberi sambutan salam terlebih dahulu. Dengan suaranya yang berat dan intonasi yang tepat serta tingkat kefasihan bahasa arab yang cume laud. ia menempuh s 1 dan S2 nya di Kairo. Kemudian beliau  menceritakannya panjang lebar mengenai awal mula menggandrungi karya sastra . kurang lebih apa yang beliau katakan sebagai berikut :
Beliau mengawalinya ketika sekolah dasar. Waktu itu ia sangat tertarik dengan puisi. Saat lomba mambaca puisi beliau sebagai ketua kelas mengikuti lomba antar kelas. Dengan lantang disertai liuk-liuk nada dan penekanan ia mambaca puisi tentang pangeran diponogoro karya WS rendra. Ia menang karena peserta yang lain tidak maksimal. Ada yang grogi, ada yang membacanya tidak sampai selesai, ada juga yang suaranya tidakterdengar. Hadiahnya 12 buku tulis. Beliau sangat senang dan menunjukkan kepada ibunya.
Kemudian ia sering membaca  puisi dan berbagai karya sastra termasuk menulis cerpen. Ia melanjutkannya hingga pesantren. Bersama teman-temannya ia sering mengikuti lomba termasuk di UGM ketika memenangi lomba membaca puisi arab di gelanggang yang diadakan jamaah salahudin.
Ketika ia diterima beasiswa  di Qairo ia memutuskan melupakan segala hal mengenai karya sastra. Beliau berniat akan fokus mendalami ilmu hadis. Ia tidak tertarik dengan segala kegiatan ekstra karena ia telah bosan mengikuti kegiatan ekstra atapun organisasi. tetapi tanpa disadari, ia mengasah kemampuannya dengan menulis buku harian dan menulis surat kepada ibunya di Indonesia. Ia menceritakan dan menggambarkan segala hal yang dilihat, dirasakan, dan dialaminya saat menempuh kuliah di universitas Al-azhar, Qairo, Mesir.  Saat perjalanan menuju mesir, saat di hotel dan saat tiba di sungai nil ia menulisnya secara indah. Setelah bebarapa tahun menjalani dan memperdalam ilmu. Ia sedang dalam taraf tingkat akhir. Artinya ia lebih fokus mendalami ilmu hadis karena akan menempuh ujian, akan tetapi beliau mendapatkan surat dari ICMI (ikatan cendekiawan muslim Indnesia) delegasi Qairo. Surat tersebut berisi penunjukkan dirinya untuk menjadi koordinator  ICMI bidang sastra dan seni perwakilan Qairo. Nah beliau  sangat kaget karena ia sama sekali tidak pernah mengajukan niat jabatan tersebut. Selidik punya selidik ternyata ada yang mengetahui kiprahnya di dunia sastra saat di Indonesia dahulu. Beliau menjalanya sebagai koordinator dan mengumpulkan sastrawan pelajar asal Indonesia. Sebagai koordinator mau tidak mau beliau membuat program kerja seperti latihan dan berdiskusi serta menunjukkan kebolehan masing-masing dalam hal karnyanya. Ia banyak menulis cerpen dan puisi seperti saat meilhat wanita cantik di sana ia menuangkan kekagumannya dalam bentuk puisi. Adapun beliau sering menulis kegundahaannya melihat gelaja disekitarnya seperti saat melihat berita  anak kecil di Israel yang di brondong ratusan peluru oleh tentara zionis israel. Ia menuangkannya dalam sebuah cerpen.
Keadaan mengubah pandangannya terhadap sastra saat ia membutuhkan dana untuk melanjutkan kulah S 2 nya di universitas yang sama ,Mesir. Tidak boleh bekerja tetapi ia bisa menjual kemampuannya dalam hal sastra yakni menulis. Ia mengajukan diri dalam sebuah percetakkan sebagai penerjemah bahasa arab ke bahasa indonesia. Deadline kerjanya sangat ketat. Ia harus menterjemahkan 200 halaman dalam waktu satu bulan. Sehingga waktu itu tahun 1999 ia tidak memiliki waktu luang untuk berkumpul bersama teman-temannya.  Seharian yang ia kerjakan adalah menerjemahkan buku arab kedalam bahasa indonesia. Sehari-hari hanya bersemdi di dalam kamar dan jarang sekali keluar untuk bermain. Tanpa disadarinya hal tersebut adalah cara Allah untuk mendidik dan mengasah kemampuan menulisnya. Ia juga pernah menulis cerpen bahasa arab dan menimbulkan reaksi  yang negatif dari wanita di sana karena cerpennya dianggap merendahkan wanita. Reaksi tersebut ia tangkap sebagai indikasi bahwa ia dapat menulis cerpen. Ceritanya menceritakan mengenai wanita yang mengorok saat tidur. Teman dekatnya menceritakan kebiasaan tersebut kepada calonsuami si wanita tersebut. Padahal, calon suaminya sangat sensitif terhadap bunyi, karena ia membutuhkan suasana tidur yang sunyi. Hingga akhirnya wanita tersebut dengan berkonsultasi kesana dan kemari mengambil keputusan untuk dioperasi agar tidak ngorok  atau mendengkur saat tidur. Akhirnya calon suaminya merasa lega dan menikahinya.  Cerpen tersebut sangat lucu. Singkat kata cerpen tersebut menceritakan kejujuran segala yang harus dipersiapkan saat menghadapi perkawinan agar terjadi pernikahan yang sakinah, mawadah, warohmah. Ia juga banyak menulis cerpen dan puisi seperti saat ia melihat perang di palestina yang menjadi inspiransinya. Hingga akhinya disana ia melahirnkan novel ayat-ayat cinta.
Pulang ke Indonesia ia menjadi pengajar. Kitab kuning. Akan tetapi para remaja kurang tertarik hingga ia menangkap fenomena saat berkunjung ke gramedia. ia melihat remaja yang sangat tertarik dengan membaca novel bertema cinta. Ternyata cinta itu sesuatu yang dapat dijadikan bahan ajarannya. Melalui cinta beliau dapat menyebarkan kebaikan islami. Hingga saat mengajar ia menyelipkan tema-tema yang hangat dan menjadi bagian kehidupan remaja.
Begitulah Habiburahman El Sirazy menceritaan panjang lebar mengenai awal mulanya terjun di dunia sastra.



Pertanyaan kedua yang disampaikan modrator yakni
“Apa  sih inspirasi seorang Habiburahman dalam menulis?”
Mengenai inspirasi beliau menjelaskan sebagai berikut
Bahwa inspirasi adalah ikan di lautan luas. Sangat banyak bahkan tidak terhitung. Seorang penulis adalah seorang nelayan yang bekerja mencari ikan. Ada nelayan yang malas ada nelayan yang rajin. Nelayan yang rajin ia akan memutar otaknya bagaimana mendapatkan ikan yang banyak. Ia bekerja keras hingga muncul cara-cara kreatif untuk menangkap ikan seperti memancing, menjaring, menggunakan kapal yang canggih. Sementara itu nelayan yang malas ia akan menunggu ikan terdampar di pinggir pantai. Memang sesekali dalam beberapa tahun ada ikan paus yang terdampar. Tetapi tidak baik apabila nelayan hanya menunggu di pinggiran pantai sementara itu di lautan banyak sekali ikan-ikan.
Sama halnya seorang penulis. Ia harus mengejar inspirasi. Baik dalam diri sendiri maupun keadaan di sekitarnya. Seorang harus pekak dan pandai menuangkan kegundahan akan suatu hal.
Contoh ketika timbul inspirasi mengenai cara mengatasi emosi. Seorang penulis yang kreatif dengan menggunakan facebook menulis di statusnya , bagaimana meredam emosi yang paling tepat? Jika anda marah apa yang anda lakukan untuk menenangkan diri?
Tinggal menungu selama beberapa hari pasti banyak komentar di account facebook dan pendapat atau coment di facebook dapat digunakan untuk bahan menulis sebuah essay atau artikel mengenai cara meredam emosi.
Seperti itulah Habiburahman El Farizy menceritakan perihal inspirasi bagi seorang penulis.
Pertanyaan selanjutnya yakni bagaiman agar menuangkan sebuah ide agar indah dan dapat menghanyutkan pembaca dalam peristiwa yang ditulis?
Beliau menjawab pertama yakni berlatih dengan munulis buku harian, kemdian memperkaya kosa kata dengan banyak membaca tulisan atau karya sastra dari penulis yang berkualitas. Selain itu penulis harus mengembangkan inspirasi yang telah didapat.  Caranya yakni dengan bertanya. Andaikata kita ingin menulis sebuah cerpen mengenai Sandal Jepit di masjid.
Lalu keluarkan beberpa pertanyaan mengenai sandal jepi yang akan menjadi tema pokok cerpen yang akan kita tulis.  Contohnya Milik siapa? Di hadapan kita akan sangat banyak jawaban yang muncul, tetapi jika ingin membuat keunikan tersendiri maka buatlah jawaban yang unik.
 Sandal Jepit Britney spears, Obama atau Ma’mum masjid. Anggaplah memilih jawaban Sandal jepit britney spears karena akan menimbulkan banyak pertanyaan dan cukup unik. Kemudian kita bertanya lagi . dimana? Di masjid. lah kok bisa sandal jepit britney spears ada di masjid?  Di curikah, atau ia mampir untuk solat? Atau jangan-jangan milik remaja masjid akan tetapi karena sandal jepit bergambar britney sehingga kita menyebut sandal tersebut milik britney spears.
 Nah pertanyaan-pertanyaan seperti itu tentunya dibuat dan jawabannya adalah menggambarkan seuatu atau keadaan.  Contoh diatas hanyalah contoh sederhana. Jika ingin membuat novel tentunya membutuhkan latihan keras.
Sebuah novel yang baik tentunya membutuhkan riset yang dalam dan membutuhkan waktu yang cukup lama. Misalnya novel Bumi Cinta karya akang Abi yang terbaru. Waktu yang dibutuhkan untuk merisetnya yakni satu tahun. Hal tersebut karena berlatar belakang kota Moskow di Rusia. Beliau meneliti dari mulai kajian antropologis, hingga setting suasana di Moskow. Risetnya melaui buku, internet, wawancara orang yang berpengalaman tinggal di Moskow dan lain sebagainya.
Beliau mengahkiri pertnayaannya dan disambut tepuk tangan para peserta talksaho yang hadir.
Nah seperti itulah  hal yang dapat gue ceritakan seputar talkshow kepenulisan dengan pembicara utama Habbiburahman El Shirazy.  Diluar hal yang gue sampaikan di atas sebenarnya banyak sekali hal yang dapat di petik seperti apa yang disampaikan pembicara kedua Iip Wijayanto. Adapun masih banyak ilmu yang terlewatkan. Karena keterbatasan memori di otak gue sehingga gue hanya dapat menceritakan yang diatas saja.
Jam menunjukkan sekitar  pukul 16.30. acara talkshow usai,  Acara dilanjutkan dengan pembagian plakat di akhiri sebuah perfomance acoustik yang menampilkan grup musik dengan komposisi pemain Jimbe, Gitar, Harmonika dan Biola serta seorang vokalis wanita berwajah imut-imut. Dua buah lagu  dibawakan dengan sangat apik. Setelah itu acara ditutup dan gue keluar mengambil sertifikat di depan auditorium dan mengambil makanan. Gue langsung pergi meninggalkan auditorium melewati jalan yang gue lalui sebelumnya. Gue sangat Terima kasih kepada Allah tetah memberikan kesempatan untuk membuka wawasan tentang sastra, tulisan baik puisi, cerpen dan novel.
Ada hal yang sangat penting yang gue tangkap dari semua yang telah gue uraikan diatas. Bahwa seorang penulis akan lebih baik jika ia memiliki banyak ilmu. Seorang penulis harus selalu belajar, belajar dan belajar akan sesuatu hal. Terutama ilmu mengenai agama, karena apa yang kita tulis harus dapat dipertanggungjawabkan. Sesosok Habiburahman El Sirazy mendalam iilmu hadis dan menyebarkan ilmunya dengan dibalut seubuh karya novel tentang cinta dibalut sentuhan agama. Sehingga pembaca dapat mendapat banyak ilmu.
Saya akhiri tulisan ini dengan sebuah pesan “ jadilah seseorang penulis yang dapat menginspirasi banyak orang, bukan sebuah materi tujuannya. Akan tetapi kebaikan yang kamu sebarkan”.
SEKIAN

Minggu, 11 Desember 2011

8 desember 2011, aku...

Hujan menyambut pagi itu. yogyakarta 8 desember 2011. mata ini masih setengah terbuka, tetapi hati ini memaksa menuntun ke ruangan tamu. biasanya telah tersedia koran langganan.
rasanya ingin segera mengetahui berita hari ini. Hmmmmmm membolak-balikan halaman koran nasional yang lebar dan masih berbau.
ada sekelumit masalah yang terpampang di halaman koran nasional hari itu.
apalagi kalau bukan berita jembatan gantung 190 milyar kutai kartanegara yang runtuh, disusul berita
kasus korupsi, terpilihnya ketua KPK yang baru Abraham Samad, dan yang membuat ngeri sekaligus
sendu adalah tragedi pembunuhan.

keingintahuanku tertuju pada dua peristiwa yang membuat miris, peristiwa pembunuhan yang tentu saja bersuasana duka.
aku berusaha mendalaminya dengan memilih kolom itu untuk dibaca.
walaupun bukan berita utama dan tidak di taruh di halaman paling depan, nampaknya menggoda pikiranku.

seorang siswa SMA tewas karena di tikam di sebuah kafe di jakarta . kemudian ada lagi
mahasiswa universitas alAzhar Indonesia tewas di keroyok seniornya.

lagi-lagi aroma kekerasan. bukan motif ekonomi atupun dendam. hanya ego sesaat.

jika membaca latar belakang kejadiannya, bukanlah sesuatu yang serius dan besar.
bersenggolan dan rasa curiga. ataupun tuduhan atas pencurian helm usang.

namun semuanya berujung pada hilangnya nyawa sang pemuda. lagi-lagi persoalana sepele yang menyulut
emosi.rasa tidak simpatik berujung amarah yang sangat.

aku tertunduk dan berusaha memahami apa yang ada dalam pikiran mereka, segenap perasaannya, kondisi
dan semua penyebab yang mempengaruhi peristiwa tersebut. tentu saja rasa haru dan dendam yang ada pada keluarga korban.
seandainya kejadian itu menimpa saudaraku. apakah aku akan kuat menahan tangis? ah, tidak. tidak akan terjadi. mereka akan baik-baik saja disana, di jakarta. kakak dan adikku.
tetapi rasa amarah dan penyesalan yang hinggap pada diri pelaku.setidaknya  dapat dipetik,
ada hikmah dan pelajaran. bahwa hidup adalah perjalanan sesaat. banyak cobaan yang merintang dan harus dihadapi.


sudahlah, masing-masing diri kita memiliki masalah yang berbeda. setidaknya aku lebih beruntung dalam menjalani hidup ini.

akupun memikirkannya lagi. bukan beban, namun kewajiban. menyelesaikan kuliah untuk mendapatkan ijasah.
ijasah itu penting, walaupun bukan satu-satunya jaminan akan sukses kelak. aku tidak tahu jalan apa selain
melalui ijasah s1 dari universitas yang memiliki reputasi.  otakku tidak sepandai bill gate. tidak kreatif seperti penemu facebook entah siapa namanya, aku mencoba mengingatnya. cukup sulit untuk di ucapkan, Mark Zukkeberg kalau tidak salah tentunya. tubuhku tidak se ideal para eksekutif muda. yah, apapun itu aku berusaha menjadi cita-citaku , menjadi corporate lawyer.

mungkin harus berlatih untuk bersyukur. meskipun hati ini terkadang menyesali keadaan. kenapa? luka itu,  namun bukankah kisah cinta itu sudah
kulupakan?
lagi-lagi teringat dia. dia selalu ada dalam pikiranku. entah mengapa walaupun jelas-jelas dia menganggap diriku bukan levelnya. cukup perih memang.
rasa cinta ini cukup dalam. cukup dalam untuk sebuah  perkenalan yang singkat. ketika sama-sama menjalani tugas kepanitiaan di kampus. tugas yang cukup aneh dan belum pernah aku rasakan sebelumnya.
setidaknya dia telah memberikan wangi tubuhnya, senyum manisnya, dan memberikan sedikit kisah hidupnya.
walaupun kadang hati ini tercabik-cabik ketika dia dengan bangga menunjukkan pacarnya yang jauh disana kepada teman-temannya .
sudahlah...
biarkan semuanya mengalir. cinta itu berbeda tipis dengan benci. lebih baik jangan menghayal. lakukan yang terbaik untuk masa depan . toh, kata orang wanita itu jumlahnya melebihi laki-laki.
tetapi tetap saja hati ini tidak bisa berbohong. dia memang spesial, dan wah di mataku.
matanya, pipinya, dan yang terpenting sikapnya.

baiklah. kali ini aku harus optimis.

aku harus bergegas mandi pagi, berpakaian, sarapan dan meluncur ke kampus. tentunya disertai harapan semoga
kuliah hari ini lancar.

Selasa, 06 Desember 2011

Perjalanan: Doraemon itu Nyata...

Perjalanan: Doraemon itu Nyata...: Alaram handphone berbunyi. gue berusaha membuka mata gue. mencoba membuka mata dan meraba sisi kanan tubuh yang terbujur lemas 8 jam yang ...

Doraemon itu Nyata...

Alaram handphone berbunyi. gue berusaha membuka mata gue. mencoba membuka mata dan meraba sisi kanan tubuh yang terbujur lemas 8  jam yang lalu. sudah jam 07.00 pagi.. tekan tombol keluar untuk mematikan alaram handphone  ini yang usang... komik doraemon yang sudah lusuh tertumpuk di sisi kanan kasur. sudah tiga hari lalu Catur teman kos  menagih untuk di kembaliin ke persewan komik.
tiga tahun lalu gue masih mahasiswa baru, sekarang sudah menjadi angkatan Tua. apa yang telah gue perbuat selama ini? tidak menjadi  ideal ataupun berprestasi. gue merasa hanyalah sampah. hanya merasakan kepedihan yang mendalam akibat rasa sakit kisah cinta yang berujung tragis. kalo gue pikir-pikir, nasib mirip kaya nobita. tokoh komik dan kartun. selalu bernasib malang dan sial akibat ulahnya sendiri. selalu dimarahin pak guru, ditindas oleh giant, di kerjain suneo, di anggap sebelah mata oleh Sizuka dan di cuekkin oleh anak-anak lainnya. seandainya doraemon itu nyata...

tapi harus  lupakan semua. khayalan itu cuma harapan kosong. nggak ada doraemon. jangan pernah menunggu keajaiban. keajaiban harus gue kejar.  tugas didepan mata sudah menghadang. harus bergegas bangun dan berdiri.

yah.. kadang  gue merasa putus asa menjalani hidup ini. bukan menjadi sesuatu yang berguna. tetapi kadang bingung sendiri. merasa menyesal karena suatu hal.
padahal kata orang-orang dan pak ustadz hidup itu harus di syukuri... (bersyukur alhamdulillah.. )
ayo tuntaskan tugas ini.. selesai kuliah dan tanpa ada masalah sedikitpun...

sebenarnya gue kehilangan sosok inspiratif... dulu pas smp pengen jadi seorang gitaris seperti erros. sekarang gue nggak tau mau jadi apa? yang jelas kalau ada yang bertanya  mau jadi apa. jawaban gue  mau jadi orang yang berguna bagi nusa, bangsa dan agama.  at least berguna buat  orang di sekitar. hehe terlalu diplomatis seperti politisi.

(dari paragraf atas gak nyambung.... )

yang jelas doraemon itu fiktiv. tetapi gue suka baca komiknya. hahaha lumayan buat menghibur....
 
sekian terima kasih...

Kamis, 01 Desember 2011

sumpah pemuda


SUMPAH PEMUDA


Kami poetra poetri Indonesia
Mengakoe bertumpah darah jang satoe
tmpah darah Indonesia
Kami Poetra poetri Indonesia
Mengakoe berbangsa jang satoe
Bangsa Indonesia
Kami poetra poetri Indonesia
Menjoenjoeng bahasa persatoean
bahasa Indonesia


seiring kehidupan berbangsa dan bernegara, tirani, diskriminasi, pelanggaran Ham, Korupsi merajalela
maka dari itu mahasiswa sosok idealis dan memiliki peran strategis untuk melanjutkan estafet kepemimpinan
melakukan ikrar sekaligus menujukan kepada penguasa bahwa mereka di awasi :

SUMPAH MAHASISWA

kami mahasiswa Indonesia bersumpah
bertanah air satu
tanah air tanpa penindasan
kami mahasiswa indonesia bersumpah
berbangsa satu
bangsa cinta keadilan
Kami mahasiswa Indonesia bersumpah
berbahasa satu
bahasa tanpa kebohongan

Tulisan orang gila

gue heran, kenapa ada orang  gila? sebenarnya apa tolak ukur untuk orang dikatakan gila?

penyakit jiwa, stress, gilak, atau atau sejenisnya seing menimpa orang-orang disekitar kita. bisa jadi kita korban berikutnya yang menderita kegilaan. mereka ada yang berkeliaran di jalan-jalan dan ada pula yang menjalani perawatan di rumah sakit. kadang gue berfikir dalam hati "kenapa?". gue juga merasa kasihan karena sebagaian besar mereka sama sekali tidak diperhatikan. pakaian yang mereka pakai dan makanan yang merka makan kadangkala tidak layak dan meprihatinkan. ada nggak ya peraturan hukum yang melindungi mereka? atau konvensi di dunia yang melindungi orang gila? apakah mereka memiliki hak asasi seperti kita?

sejauh yang gue tau selama ini belum ada undang-undang atau peraturan yang setingkat undang-undang yang mengatur orang gila . akan terbayangkan jika anggota DPR membicarakannya dalam sidang DPR. tentu saja akan mengundang kontroversi karena masalah yang diangkat keparlemen tidak layak. bisa-bisa mereka ikut-ikutan jadi wong edhan . "orang gila kok dibuatkan undang-undang, dasar DPR wong edhan" begitu kira-kira nantinya.

jika dipandang dari aspek keperdataan elas orang gila tidak dapat melakukan perbuatan hukum. sesuai dengan syarat subjektif suatu perjanjian yakni harus cakap hukum (1320 bw). nah kalou begitu orang gila keberadaannya secara hukum tidak dianggap?. tida. mereka dianggap ada tetapi tidak diperbolehkan melaukan perbuatan hukum.

ngomongin orang gilak seperti orang gilak. udah tau mereka gilak, kenapa harus di bicarakan? yang jelas gue cuma penasaran aja. mengapa mereka seperti itu? gue takut hal tersebut menimpa diri gue.
gue prihatin dengan jatuhnya korban akibat kerumunan masa.jatuhnya 90 korban pingsan akibat antrian pembelian ponsel canggih BB di plaza pasific jakarta (25 nov 11) dan sebelumnya  tewasnya 2 suporter timnas di GBK (20 Nov 11)

peristiwa sebelum-sebelumnya juga sering muncul contohnya saat pembagian zakat oleh orang kaya maupun antri pengobatan sang dukun cilik Ponari. apa yang salah? apakah petugas tidak sigap dalam pengamanan? tidak, buktinya gue liat di berita sang kapolres turun tangan menenangkan masa dan gue liat
seorang brimob dengan sigap membopong waita pingsan ke safety area. tapi gue gak tau apakah
sang brimob tersebut akan memberikan nafas buatan kepada cewek itu. nah kalin pikir aja sendiri.
kalo korbannya ce cantik maka pertolongannya pasti sigap. bagaimana jika korbannya cowok
dengan tampang amburadul?
makannya buat para pembaca (emanknya blog ini ada yang baca ya? hahaha) harus selalu dapat berfikir jernih menilai sesuatu.  hindari berada dalam kerumunan massa karena pertama akan berpotensi terjepit dan terinjak-injak, kedua dalam suatu kerumunan maka
oksigen yang tersedia sedikit dan diperebutkan manusia lainnya.

emang sih, nggak ada salahnya membeli suatu produk yang diskon 50 %
terlebih produk tersebut sangat kita inginkan dan tentnya kita punya budget.
asal nggak sampai jual perabot rumah atau ngutang demi sebuah BB.
secara psikologis kita dimainkan. kapan lagi dapat BB bilegio yang harga pasarannya 4 jtaan dan d jual hanya
2 juta. jika memilikinya lumayan buat bergaya dan akan berpengaruh cara pandang orang terhadap diri kita.

gue teringat saat novel hary potter sedang booming di mancanegara. walaupun pembeli sangat banyak, namun mereka antri dengan
sangat tertib. antrian mengular dan berputar-putar sehingga tidak terjad dorong-mendorong maupun terinjak-injak.
budaya antri di negara-neara maju seperti amerika dan jepang memang patut kita tiru. hal tersebut mencerminkan kualitas
person dari masing-masing individu. mereka sangat tertib dan menghargai orang lain.

 yang jadi masalah kemarin
adalah ponsel BB yang di diskon hingga 50 % di batasi hanya 1000 pembeli pertama. nah kalo udah kaya begitu orang akan kalap
dan kecewa jika tidak kebagian.
susah juga ya kalo udah begitu.
yang tidak habis pikir adalah mereka yang antri mayoritas sudah punya hp 2 sampai 3 dan salah satunya BB. kalo sudah
yang di beli bukan berdasarkan kebutuhan tetapi berdasarkan keinginan , emang sifat dasar manusia seperti itu.
kalo gue sih ogah antri kaya begitu. gak main-main taruhannya nyawa, blum resiko kecopetan. sangat menghabiskan waktu
dan nggak produktif. kalo emang punya duit dan ingin di pandang orang bukan hp yang di genggam tolak ukurnya.
lebih baik merendah diri waloupun hp nya jelek atau tidak ada fasilitas seperti BB bukan berarti kita ketinggalan
jaman atau nggak gaul.

untuk closing statement gue, ingat hindari kerumunan yang berpotensi tidak tertib karena akan membahayakan
nyawa anda dan kasian keluarga anda menunggu anda di rumah.

thanks.. wassalam....

Minggu, 27 November 2011

terimakasih...buat wanita yang sudah mau nemenin nonton malam mingguan,
mungkin bukan sesuatu yang spesial buat kamu... tetapi momen itu sangan spesial buat saya

maaf atas segala kekurangan dan segala sesuatu yang tidak mengenakan,

malam itu akan saya kenang selamanya...
jujur kamu telah memberikan suntikan semangat buat saya dalam menjalani hidup ini...
saya mungkin agak berbeda dengan yang pria-pria yang lain, yang ideal, keren atau wah buat kamu..
saya akan tetap begini dan tidak akan pernah menjadi wah atau ideal dimata kamu...
 tetapi itulah saya...
saya tidak bisa berperan sebagai sosok pria dimata kamu, karena saya hanya berusaha menunjukkan 
ketertarikan saya atas sosok wanita yang kebetulan adalah kamu. entah kenapa, karena kebetulan atau
bagaimana...
malam itu bagaikan mimpi buat saya.. kamu mau bertemu dan berbicara dengan saya.. 
tetapi tetap saja kamu sangat jauh dan tidak dapat disentuh... walaupun dihadapan kmu adalah saya,
tetapi yang ada dipikiranmu mungkin dia , its ok.. aku memang bukan siapa-siap buat kamu...
sekali lagi terima kasih...
terima kasih..

Jumat, 25 November 2011

KEKONYOLAN HARI INI

banyak yang bilang jika menulis bisa menghilangkan stress. hari ini benar-benar hari yang konyol banget. sebenarnya ini aib, dan gak perlu di ceritakan. yah, siapa tau gue bisa terkenal kaya Radit, heh, mimpi kali ye? nggak, nggak, nggak, jadi tujuannya buat intropeksi diri dan pelajaran aja supaya suatu hari tidak terulang lagi. ini hari jum'at benar-benar keramat banget. pertama, gue gak boleh masuk kelas kuliah oleh sang dosen. loh kok bisa? salah gue dimana?
ceritanya begini.
dengan santainya gue masuk kelas tanpa rasa bersalah. nah di dalam kelas temen-temen kuliah konsen yang jumlahnya sekitar 16 orang sudah mulai beraktifitas. di depan sekitar delapan orang sedang presentasi. Pak Dosen duduk di barisan belakang nah gue baru masuk, ada sekitar 7 langkah . Dosen gue menginterupsi jalannya presentasi. dengan muka tegasnya Beliau Menghardik gue. " Mas, kamu niat kuliah apa nggak ? sekarang jam berapa? kamu keterlaluan telatnya. kamu keluar saja sana?". wah gue pasrah. kena jebakan batman sang dosen. semua mata menatap ke arah gue. nampaknya beliau sengaja membuat gue malu di depan khalayak ramai. pasalnya pas masuk gue mencoba memberi isyarat apakah gue boleh masuk atau nggak, tapi tidak ada respon.  berarti boleh masuk nih dalam pikiran.
eh, pas mau duduk gue di suruh keluar. ckckck...
kejadian kaya kaya gitu sudah biasa mewarnai perkuliahan di kampus. tapi masalah utamanya bukan karna malu sama temen-temen, atau karena takut sama dosen itu gak juga karena sebenarnya dosen itu Baik. tapi gue khawatir karena belum pernah berhasil masuk kelas itu. hari jumat jam 7 pagi. sangat susah bangun pagi.
langsung aja dengan bahasa tubuh pura-pura bego dan pasrah gue balik badan, dan gue khawatir hal tersebut akan menunda target gue untuk dapat IPK cum laud. haduh.. (agak lebay dikit) ambill langkah pulang (pas sama lagunya sheila on 7 , AKU PULANG).
padahal cuma telat 35 menit aja.



Kekonyolan gue yang ke dua, adalah motor gue melindas sesuatu yang sangat berharga buat cewek. sampai pecah dan sobek, sampai detik ini masih merasa bersalah. mungkin pasca insiden kecelakaan itu miliknya tidak bisa di pakai lagi. benar-benar tragis. yang gue takutkan adalah dia akan menuntut gue ke pengadilan.
gue bisa di penjara, gue di tuntut ganti rugi. akibatnya gue jadi di blacklist di catatan kepolisian, gue nanti akan susah mendapatkan pekerjaan (ooh tidak). cerita detailnya seperti ini. tetapi demi kenyamanan ada huruf yang di sensor dan di ganti tanda *.
sekitar pukul 9 pagi pada hari yang sama, gue memacu kuda besi 125 cc gue yang udah butut dari arah selatan jalan olah raga kampus gue. waktu itu barusan mengentarkan teman kos ke stasiun tugu. wahyudi dia mau pulang ke Kuningan. nah saat motor meluncur dan di iringi oleh pengendara lain. ini jalan mirip sirkuit balapan suasananya. tapi jalan bedanya di aspal, jadi cuma con bloc, tapi tetap aja rame banget ada bus kopata, mobil pribadi dan lebih bayak motor yang gaya pengendaranya mirip pembalap. jalanan kampus lebih berbahaya dari pada sircuit motor GP (haha imaginasi liar). nah nah sebelum  jembatan penyebrangan fakultas pertanian dan peternakan. mata gue menuju kearah kanan karena ada cewek gaul cantik pakek sepeda fixie.
beberapa saat mata gue memandang ke arah cewek naik sepeda fixie. di depan gue ada motor ngeles ke kiri, gue kaget banget.
gue sempat dengar teriakan pekerja bangunan di sekitar situ.. pokoknya riuh banget. karena dengan  kecepatan lumayan tinggi sekitar 50 km perjam. gue kaget. motor di depan gue sudang ngeles ke kiri,. karena kecepatan dan waktu yang terbatas, gue gak sempat ngeles, " awas" kata orang-orang di sekitar.
udah gak sempat belok nih, ban Motor melindas sesuatu dan "Prekk", pecah. bungkusan belanjaan seorang wanita yang jatuh
di tengah jalan. sebenarnya sudah berusaha menghidar tapi tetap kena. dan gue sempat lihat kantong plastik
berwarna putih ala mini market. gue inget salah satu isinya yang pecah yakni sebungkus Soft*x. bungkusnya
warna orange, tetapi gue gak liat mereknya apa. gue hampir jatuh tetapi mau ketawa juga. kalian bisa banyangi melindas sebungkus Soft*x sampai pecah dan gepeng semua dan berusaha menyeimbangkan motor. gue mau ketawa tetapi gue harus sigap menstabilakn motor.
yang parahnya lagi motor di belakang gue juga sama melindas sebungkus soft*x. sempat juga menengok ke arah belakang.jadi gue bukan tersangka tunggal.bungkusan itu makin gepeng dan tidak berbentuk.
 
gue sempat liat wanita itu pake motor matic, di pinggir jalan berlari mencoba mengambil bungkusan itu. tetapi apa boleh buat gue berusaha menarik motor sekencang-kenangnya untuk kabur. tetpi gue berubah pikiran. gue harus mengganti  barang milik wanita itu.
berhenti sejenak dan berbalik arah. ternyata wanita tu sudah nggak ada. bungkusannya juga sudah hilang.
gue merasa bersalah banget. sampai gue tulis tulisan ini. dari hati yang paling terdalam saya atas nama pribadi
meminta maaf karena melindas sebungkus soft*ek miling Mbak. tetapi saya tidak bersedia di tuntut di muka pengadilan heheh. mungkin lain kali untuk Mbak-mbaknya kalo mencantolkan barang di motor yang kuat ya. jadi gak jatuh ke jalan
dan terlindas.
sekian terima kasih...

Kamis, 24 November 2011

Perjalanan: mimpi yang terlupakan

Perjalanan: mimpi yang terlupakan: judul diatas lebih pantas buat judul lagu. seperti "mimpi yang sempurna", lagunya peterpan atau "yang terlupakan" lagunya Iwan Fals. yang je...

mimpi yang terlupakan

judul diatas lebih pantas buat judul lagu. seperti "mimpi yang sempurna", lagunya peterpan atau "yang terlupakan" lagunya Iwan Fals. yang jelas kata-kata itu sersirat dalam benak gue dan langsung gue inget-inget dan coba menafsirkan. peristiwa apa yang yang memicu kata "mimpi yang terlupakan".
nah...  tepatnya sembilan tahun yang lalu gue punya teman namnya Rizky Rahadian Azmy. dia temen gue di smp 30 Jakarta. waktu itu gue sekelas ama dia di kelas I-10. gue heran ama dia, kenapa dia mau temenan ama orang kaya gue? perlu gue ceritakan waktu itu gue sangat ndeso, dekil, bego , and tidak tampak seperti murid SMP di jakarta pada umumnya. mereka cakep-cakep dan bersih.  gue lebih mirip penggembala kambing yang kesasar di jakarta. terang aja waktu itu pertama kali gue pindah dari kampung ke jakarta untuk melanjutkan sekolah (gue waktu itu nekat  ngerengek-rengek mintak disekolahin di jakarta. waktu itu gue Jebol lolos seleksi dari Daerah). balik ke si Rizky, dia baik banget mau temenan ama gue. ciri-ciri tu anak kalo gak salah orangnya putih, gemuk, berkacamata dan tinggi. ditambah dia pinter dan tajir (waktu itu sering dijemput mobil ama supirnya). nah, waktu pelajaran bahasa inggris gue gak bisa ngapa-ngapain, cuma celinguk sana celinguk sini. gue gak bisa bahasa inggris. bahasa inggrisnya Bakso? bahasa inggrisnya tukang daging? bahasa inggrinya kepala sekolah? .. gue gak ngerti. kalo pas giliran gue jawab soal dari LKS si Rizky selalu ngebantuin gue .. kasih contekan dan ngajarin gue. sampe-sampe waktu itu gue dianterin pakek mobilnya ke toko buku buat beli Kamus bahasa Inggris.
     terus apa lagi ya? oh iya, nggak cuman sampe disitu aja. pokoknya bayak banget cerita gue ama dia. bukannya gue Homo suka ama dia terus gue ceritain atau bukannya gue lebay juga. tetapi ini ada hubungannya dengan judul diatas, mimpi yang terlupakan (kagak nyambung Bego!!!).
ehemmm... suatu hari disekolah gue suasananya berbeda (jreng.. )

sehari , dia gak masuk, dua hari, tiga hari, sampe seminggu waktu itu. setiap pelajaran bahasa inggris gue gak ada yang ngebantuin. (mungkin sama kaya perasaannya Nobita waktu ngerjain ulangan matematika).
muka gue pucet, keringat menetes dari dahi gue. (lebay)
gue penasaran banget kenapa kok si Rizky gak pernah masuk. akhirnya gue mutusin untuk nanya ke temen deketnya yang juga tetangganya. namanya Fany (sekarang di Universitas Indonesia, jurusannya gw gak tau udah lost contact juga). si fany cakep banget, manis dan pinter. "fan, si rizky kok gak masuk sekolah terus? ", terus fany jawa pada pokoknya seperti ini gw dah lupa jawaban detailnya (9 tahun lalu)
"lah? kamu nggak tau ya? si Rizky tuh pindah ke Hongkong. ortunya kerja di Deplu, pindah tugas dan katanya disana cuma dua tahun terus akan pindah lagi ke Perancis?"

alamak... ternyata dia pindah k luar negeri. yang ada dalam pikiran gue waktu itu gue merasa bangga dan senang. ternyata sobat gue ke luar negeri (maklum gue cuma anak petani jadi masih terheran-heran dan terkagum-kagum).

1 tahun. 2 tahun kemudian.
gue dapet kiriman. dari hongkong. gue gak ngerti dari mana si Rizky tau alamat gue?
amplop isinya duit Dolar hongkong dan Gantungan Kunci (sekarang dah hilang)
wah.. gue bangga setengah mati. amplopnya gue tunjukin ke Emak gue.. " mak saya punya temen smp dulu sekarang tinggal di hongkong". emak gue juga seneng anaknya dapet kiriman uang dolar hongkong.
terus dia nelpon gue pas lebaran
waktu itu no tlp rumah gue 9102947 (ratelindo sekarang jadi Esia milik keluarga Bakrie)
"Halo apri, gue Rizky apa kabar kmu? "
" Ia ki, makasi ya kirimannya kmu lagi ada dimana?"
"aku lagi di jakarta nih, di Kelapa Gading, tapi besok berangkat lagi ke Hongkong"
"wah hati-hati ya ki, sory aku lagi di kampung nih, bukan di Jakarta" (waktu itu gue tinggal di jakarta pas sekolah,. rumah saudara jauh bapak gue, gue numpang 6 tahun sampai lulus SMA. tempatnya Kec. Koja daeranya kumuh bgt. kalo liburan gue balik ke kampung )
"ia pri, kmu juga ya, smoga sukses Minal Aidin Walfaidin, salam buat keluarga"

itu terakhir kali gue bicara ama Rizky. waktu itu gue kelas 3 SMP.
gue inget dulu kita satu kelompok mata pelajaran BPBK  ama Reza (lost contact), Adam (lost contact), Refki (lost contact, kabarnya sekarang jadi Dokter dan dua kali kelas Akselerasi).
masing-masing dri kita disuruh bikin namtage gede banget. nametag nya bukan nama kita tetapi cita-cita kita. gue ngeprint (waktu itu perlembar print warna Rp. 3000, sumpah mahal banget) kertas dan di tempel pakek kertas kardus ukuran 20 kali 7 cm. gue lupa masing-masing mereka nulis apaan yang gue inget si Rizky nulis Diplomat di nametag nya. "wah Hebat Banget kau ini nak, mau jadi diplomat" kata guru BK gue (namanya Ibu Darilah , Sc, titelnya gue lupa, padahal dulu inget banget karena yang namanya gelar adalah  sesuatu yang mengagumkan di mata anak seumuran gue).

nah Mimpi-mimpi temen-temen gue yang di tulis di Nametag gue udah lupa. dan muncul pertanyaan dalam diri gue. gue dulu nulis Insinyur, nah sekarang kok kuliah di fakultas Hukum? nah loh?  terus apa kabar ya mimpi-mimpi temen gue yang lainnya? kalo gue perhatiin sih mereka ada yang di terima di UI, ITB, IPB dan lain-lain. gak tau apakah jurusannya berhubungan dengan mimpi masa SMP dulu? .gue sendiri di UGM yogyakarta.  nah si rizky apa kabar ya dengan mimpinya? yang jelas gue sudah mencoba men search namanya di FB and google. tetapi gak muncul. ada juga bukan dia, tapi orang laen...
bukan mimpi yang sekarang berbelok arah, tapi intinya adalah spirit atau semangat teman-teman gue juga termasuk gue dalam menjalani hidup. jiwa saling tolong menolong waktu SMP, dimana orang pintar gak pelit ilmu dan mau mengangkat orang yang lemah dan menyadarkan kalau kita bisa. waktu kecil sama sekali tidak ada rasa individualis (sekarang sudah dewasa, ingat  persaingan semakin ketat ya)

Mudah-mudahan suatu saat gue bisa ketemu lagi ama temen gue itu , Rizky Rahadian Azmy yang dulu sekolah di SMP 30 Jakarta. Hi Rizky, how are you? are you still remember me? please send massage to
0856 768 42 64, I want to know about your dream.
Mimpi yang terlupakan.....

Cinta

apa yang terjadi jika diri kita tidak masuk kriteria cowok wanita yang kita sukai? di tolak, dicuekin, di anggap nomor kesekian. terus apa yang harus di perbuat? bunuh diri karena cinta di tolak , pasrah dan terima nasib atau berusaha meraih kriteria tersebut...nah loh? bingung deh...
yang jelas sudah banyak berita bunuh diri karena cinta di tolak,  jika kamu adalah salah satu tersangka bunuh diri itu , maka aku gak ikut-ikutan . heheh serem.. (masak pocong bisa baca Blog?) karena itu salah elu sendiri milih jalan bunuh diri. piss....  kalo lu pasrah aja maka hidup lu gak akan banyak beruba. ada ayatnya tuh , seorang kaum tidak akan berubah jika tidak tidak berusaha sendri, yah seperti itulah ya...(ustad gadungan) dan jika berdiam diri maka akan terpuruk dan menyalahkan orang lain , orang tua, bahkan tuhan. Tambah dosa kan?
heheh
Pilihan aku sih lebih baik berusaha menjadi yang terbaik. siapa tau cewek yang pernah aku deketin akan menerima aku yang sekarang.. (berubahnya ky ARTIS korea kali?) yah itung-itung undian berhadiah, kualitas hidup meningkat dan merasa lebih pede...( Pede banget ni bocah) walaupun gak jadi jaminan 100 persen. at least gw dah berusaha menjadi yang terbaik.

yang jadi pertanyaan adalah mengapa tuh cewek bisa nolak  dan apa yang menyebabkan  tidak masuk kriterianya? buktinya dia selalu menghindar... hmmm
itu yang susah. karena cewek sering bohong, banyak alasannya. ya  harus ngaca sendiri.. kira-kira kenapa tu cewek selalu menghindar kalo dideketin. nah kalo udah nyadar baru intropeksi diri.

huff.. ternyata menulis  capek... ( mending copaste aja dah.. )

yang jelas begini :

kadang rasa cinta tumbuh bukan hanya pandangan mata atas kerupawanan semata. lebih dari itu karena kebiasaan, karena pekenalan sejak lama atau karena gengsi.  ketika dia memberikan respon , mungkin aku menilainya sebagai harapan atau bisa hanya sekedar respect saja. mungkin dia takut atau malah kualat kalo secara terang-terangan menjelek-jelekkan cowok...( cowoknya aku maksudnya .. heheh)

Anjal

Hampir setiap hari, setiap lewat dan saat berhenti sejenak. seolah tidak kunjung usai dan nampaknya dibiarkan seperti itu. sungguh malang nasibnya. bukankah pemerintah bertanggungjawab atas permasalahan ini? bukankah undang-undang telah mengamanatkan kepada instansi tertentu untuk mengurusnya. tetapi mengapa ia selalu ada dan nampak tidak terurus dengan tubuh kurusnya.
perempatan lampu merah bukanlah tempat yang baik untuk mereka. dan mengemis bukanlah sesuatu yang harus dijalaninya. bukan karena keterpaksaan. dan bukan karena takdir dari yang maha kuasa. tetapi karena negara tidak mampu melayaninya. apa susahnya para wakil rakyat menganggarkan uang lebih untuk mereka dan apa sulitnya pejabat menginstruksikan bawahanya utuk mengurusi permasalahan ini. bukan karena masa depan mereka atau karena ketertiban umum, tetapi karena masa depan Indonesia dan kita adalah bangsa beradab...

Selasa, 22 November 2011

Hari Penantian

selasa  22 november 2011
Seperti hari-hari biasa semua orang melakukan aktifitasnya masing-masing. hujan rintik-rintik dan awan mendung menyelubungi kota yogyakarta tercinta. aku memacu kuda besi bermesin 125 cc ini. menerobos pengendara lain yang memburu waktu untuk memasui lingkungan kampus. sudah ku duga, hari-hari sibuk area parkir selalu dipenuhi kendaraan. mataku melirik ke kanan dan kiri untuk mencari celah. aku bergegas menuju kelas sambil melihat jam di hp. berpapasan dengan teman sekelas dan ia menginformasikan sesuatu.  ternyata  tidak ada dosen dan jadwal kuliah diganti.
saat pulang ke kos terlihat pemandangan para wisudawan yang baru saja upacara wisuda. dikelilingi kerabat, teman atau pasangannya. telihat raut wajah bahagia dan sedih dari mereka para wisudawan dan wisudawati. bahagia karena telah menyelesaikan kewajibannya sebagai mahasiswa dan memberikan yang terbaik untuk orang tua. sedih karena hari-hari sebagai mahasiswa akan dan telah ditinggalkannya. teman kos, teman kampus, teman di organisasi dan statusnya sebagai mahasiswa.
aku tidak dapat membayangkan perasaanku nantinya ketika wisuda.  membayangkan seseorang memberikan karangan bunga, berfoto dengan kerabat dan teman maupun ucapan selamat. perutku mual dan kepalaku pusing karena imajinasiku itu. tetapi hari itu tetap kunantikan.

Minggu, 20 November 2011

Sepatu Usang

Hujan deras mengguyur tanpa menunjukkan tanda untuk berhenti. langit gelap disertai awan dan sesekali kilat menerangi awan di atas sana.  suara gemuruh dan gemericik air seolah memberi nuansa sunyi, sepi dan sedih.
aku mencoba melangkahkan kakiku. di kota pelajar berlari dan sesekali berhenti karena kebingungan di persimpangan jalan.  memasuki areal kampus tanpa payung dan berusaha melewati kanopi yang memayungi tubuh ini, namun cipratan air seolah memaksakan kehendak untuk membasahi semua bagian.
aku tertunduk dan melihat sepatu ini. sepatu yang senantiasa setia menemani keseharian. mungkin ia lelah dan bertanya kepada tuannya. mengapa harus memaksakan kehendak untuk menuntut ilmu? mengapa tidak mengistirahatkan diri ini dan menggunakan sandal jepit saja ke kampus ? aku tersenyum dan berupaya memahami apa yang ada dalam pikiranku. atau aku harus ke ahli jiwa untuk mengenali gejala stress karena berupaya memahami perasaan sepatu. apapun yang terjadi aku harus lekas masuk ke dalam kelas. sepatu ini basah dan tidak mengerti kondisi sebenarnya.  ahh.. lupakan dengan nasib sepatu ini. masa depanku lebih penting dan aku berusaha melakukan kebaikan...

Senin, 19 September 2011

Perjalanan: Kesadaran Mahasiswa Sebagai Garda Terdepan Perubah...

Perjalanan: Kesadaran Mahasiswa Sebagai Garda Terdepan Perubah...: Sub tema : Kesadaran Mahasiswa akan potensinya guna membangun lingkungannya (essay ini telah diikutsertakan dalam Annual Essay Competition ...

Perjalanan: Organisasi Kemahasiswaan di Fakultas Hukum UGM Seb...

Perjalanan: Organisasi Kemahasiswaan di Fakultas Hukum UGM Seb...: (Artikel ini dibuat dalam rangka Lustrum XIII FH UGM ) Fakultas Hukum UGM sebagai pencetak sarjana hukum menjadi salah satu tujuan favorit ...

Perjalanan: Perjalanan Panjang

Perjalanan: Perjalanan Panjang: Perjalanan panjang. kenapa? suatu doa dan harapan dimana kelak kita akan menjalani hidup ini dan mendapatkan banyak pengalaman dan ilmu dar...

Perjalanan: Sejuta Harapan Rakyat Terhadap Kinerja KPK

Perjalanan: Sejuta Harapan Rakyat Terhadap Kinerja KPK: Oleh M APRIAN WIBOWO , Mahasiswa Fakultas Hukum UGM , Yogyakarta "Meskipun dunia ini runtuh, hukum harus tetap ditegakan" Itulah kutipan s...

Perjalanan: Mempertahankan Keistimewaan Yogyakarta dalam NKRI

Perjalanan: Mempertahankan Keistimewaan Yogyakarta dalam NKRI

Sejuta Harapan Rakyat Terhadap Kinerja KPK


Oleh M APRIAN WIBOWO , Mahasiswa Fakultas Hukum UGM , Yogyakarta
"Meskipun dunia ini runtuh, hukum harus tetap ditegakan"
Itulah kutipan  sebuah pameo sebagai gambaran betapa sakralnya kepastian hukum dan rasa keadilan bagi rakyat.  Apa yang terjadi di Indonesia saat ini? Korupsi, kolusi dan nepotisme semakin merajalela di semua lini dari hulu hingga ke hilir. Sampai-sampai praktik korupsi menjadi rahasia umum di negeri ini dan menjadi masalah yang tidak akan ada habisnya. Kasus gayus tambunan dapat menjadi gambaran kondisi hukum di Indonesia saat ini. Lalu kapan Negara ini dapat mencapai tujuannya sesuai amanah UUDNRI 1945 ? Haruskah  Negara ini dibubarkan? Tidak, kami masih punya harapan. KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) memberikan sejuta harapan bagi rakyat yang merindukan pemerintahan yang bersih sesuai dengan asas-asas umum pemerintahan yang baik.
Lebih dari 400 hari puncak kursi pimpinan KPK kosong setelah Antasari Azhar sebagai ketua KPK yang lama menjadi terpidana kasus pembunuhan. Kini kursi tersebut telah di Isi oleh Busro Muqqodas. DPR RI telah memilih Busro Muqqodas sebagai pimpinanKPK yang baru untuk melanjutkan kepemimpinan sebelumnya. Welcome to the jungle menjadi kata sambutan yang tepat untuk pemimpin KPK yang baru saat ini.
Pasca reformasi tahun 1998 mulai bermunculan lembaga-lembaga independen yang dibentuk untuk menunjang fungsi legislative, yudikatif maupun eksekutif. Munculnya lembaga independen seperti KPK merupakan bentuk ketidakpercayaan publik terhadap institusi atau instrument penegakan hukum  yang ada. Untuk membentuk lembaga seperti KPK membutuhkan dana yang sangat besar. Hal tersebut memakan waktu yang lama pula. Dari proses pengkajian sampai pembentukan infrastrukturnya. Tetapi  hal tersebut merupakan jalan tengah kita untuk menuju Indonesia yang bebas dari Korupsi. Kita tidak dapat menunggu malaikat turun tangan  atau tetap mengandalkan  instrument penegakan hukum klasik atau  menjalankan wacana radikal yaitu mengganti semua aparat penegak hukum yang lama oleh personel yang baru.
Lahirnya KPK sebagai state auxiliary institution merupakan dorongan untuk membentuk suatu lembaga yang independen baik fungsi maupun tugasnya akibat ketidakpercayaan masyarakat terhadap istitusi hukum yang ada. Jika ada beberapa orang yang bertanya mengapa KPK lahir?  perintah UU atau amanah rakyat? jawaban yang paling tepat adalah karena lembaga hukum yang ada (Kepolisian dan kejaksaan) tidak mampu melaksanakan tugasnya khususnya dalam pemberantasan tindak pidana korupsi.
KPK merupakan terapi kejiwaan bagi rakyat yang merindukan keadilan agar optimis menghadapi masa depan di negara ini. Segala gebrakan yang dilakukan KPK akan memberikan shock terapi  bagi para koruptor.  KPK  juga menjelma menjadi  hantu bagi para penjual kepentingan di tingkat elit. Mereka akan takut disadap, dibuntuti dan juga dibongkar kasusnya. Meskipun kita tahu bahwa sumber daya manusia yang ada di KPK  berasal dari Kejaksaan, Kepolisian, dan Badan Pemeriksa Keuangan, tetapi dapat kita yakini sistem yang ada di KPK dapat menjamin penegakan hukum yang baik.
Akhirnya, harapan tetaplah harapan. Berbgagai kasus tetap saja tidak optimal diselesaikan oleh KPK, kasus skandal century merupakan contoh konkret melemahnya kinerja KPK saat ini. meskipun DPR RI telah merekomendasikan KPK untuk mengusut kasus tersebut tetapi sampai sekarang belum ada tindak lanjut yang jelas kedepannya. Lalu apakah akan muncul gebrakan baru KPK dengan pemimpin barunya? Kita tunggu saja.

Organisasi Kemahasiswaan di Fakultas Hukum UGM Sebagai Wadah Pembelajaran Kepemimpinan Masa Depan

 (Artikel ini dibuat dalam rangka Lustrum XIII FH UGM )
Fakultas Hukum UGM sebagai pencetak sarjana hukum menjadi salah satu tujuan favorit menimba ilmu para calon mahasiswa. Hal ini dapat dilihat dari beranekaragamnya komposisi asal daerah mahasiswa di Fakultas Hukum UGM. Sejak berdirinya fakultas hukum yang awal mulanya adalah yayasan dan balai perguruan tinggi gadjah mada (BPTGM) dengan dua fakultas yakni fakultas Hukum dan kesusastraan yang lahir pada 17 Februari 1946 telah mencetak beberapa tokoh akademisi yang ikut berkontribusi dalam penyelenggaraan Negara dan pemikiran berkebangsaan. Tokoh-tokoh tersebut  antara lain Mr. Prof. Notonegoro, Prof. Soepomo dan Prof. Moeljatno.  Saat ini juga fakultas hukum UGM telah menciptakan lulusan yang secara keilmuan dapat diandalkan dan berguna dalam menghadapi permasalahan hukum dalam masyarakat, sebut saja Denny Indrayana (satgas anti mafia hukum ) dan Zaenal arifin Mochtar (Direktur pusat kajian anti korupsi).

Proses transfer dan pengambangan ilmu memerlukan sarana prasarana yang lengkap dan metode pengajaran yang tepat. Hal tersebut untuk menghadapi kendala dalam penyelenggaraan pendidikan agar sesuai dengan kualitas yang diharapkan dan dalam rangka menjawab tantangan dimasa depan yang semakin kompleks di era globalisasi ini. Disamping pengembangan kemampuan kognitif dan pelajaran keilmuan berdasarkan kurikulum dimana ruang kebebasan berorganisasi terbuka lebar setelah sekian lama dikekang oleh program NKK (normalisasi kehidupan kampus) maka pengembangan leadership atau  jiwa kepemimpinan dan soft skill melalui organisasi kemahasiswaan  menjadi sesuatu yang penting. Fakultas hukum UGM meliliki  visi yakni menjadi fakultas berbasis penelitian yang kompetitif bertaraf internasional , menghasilkan sarjana hukum yang menguasai dasar-dasar pengetahuan hukum, mampu mengantisipasi perkembangan, berfikir secara komprehensif dan responsive terhadap perubahan masyarakat dan peningkatan hubungan kerja sama berdasarkan pancasila. Untuk mewujudkan visi tersebut tentunya bukan hanya fasilitas fisik saja yang disediakan di fakultas hukum UGM, tetapi fakultas hukum UGM juga memiliki wadah bagi mahasiswannya untuk mengembangkan dirinya dan melatih soft skill antara lain melaui organisasi kemahasiswaan yang ada di fakultas hukum UGM. Di fakultas hukum UGM terdapat Lembaga Otonom dan lembaga semi otonom (LSO) sebagai wadah pembelajaran jiwa kepemimpinan. Definisi kepemimpinan itu adalah perilaku dari seorang individu yang memimpin suatu aktifitas-aktivitas suatu kelompok  ke suatu tujuan yang ingin dicapai bersama (Hemhill & Coons), kepemimpinan merupakan pengaruh antar pribadi yang dijalankan dalam situasi tertentu serta diarahkan melalui proses komunikasi, kearah pencapaian satu atau bebarapa tujuan tertentu (Tunnenbaum, Weschler & Massarik).  Dapat kita salah satu tarik masalah multidimensional  saat ini adalah masalah kepemimpinan, sejumlah pemimpin tidak memiliki kelayakan intelektual, jiwa kepemimpinan, moral, dan tingkat kejujuran (Prof. Dr. Syahrin Harahap, M.A.). Hal ini akan memperparah kondisi peneggakkan hukum apabila pemimpinnya saja bermasalah.

Organisasi Kemahasiswaan di Fakultas Hukum UGM sebagai wadah pembelajaran

Iklim atau kondisi perkuliahan di fakultas hukum sangat memungkinkan mahasiswa untuk  mengembangkan diri dengan mengikuti berbagai macam kegiatan kampus antara lain organisasi kemahasiswaan.  Di fakultas hukum sendiri terdapat LO (lembaga otonom) dan beberapa LSO (lembaga semi otonom) sebagai wadah kegiatan mahasiswa. LO tersebut yaitu Dewan Mahasiswa Juticia (DEMA). Dewan mahasiswa  berperan sebagai organisasi yang menyuarakan aspirasi mahasiswa fakultas secara keseluruahan maupun melakukan pergerakan eksternal dan reflektif terhadap isu-isu hukum di sekitarnya. Sesuai dengan tagline DEMA yaitu “bangkit melawan”, yaitu melawan segala penindasan dan ketidakadalian melalui usaha-usaha atau aksi solidaritas antara lain melakukan seminar, diskusi maupun advokasi. Sementara itu LSO yang ada di fakultas hukum UGM yaitu :
Majestic 55
Majestic 55 adalah lembaga semi otonom yang aktif dalam kegiatan pecinta alam. Majestic 55 didirikan pada tanggal 5 bulan mei tahun 1979 oleh beberapa mahasiswa fakultas hukum UGM
MAHKAMAH
MAHKAMAH merupakan organisasi mahasiswa di fakultas hukum yang berkecimpung di dunia pers. Dua karya yang dipublikasikan adalah bulletin mahkamah dan majalah mahkamah yang berisikan berita tentang fakultas maupun universitas atau tulisan mengenai isu-isu hukum.
Keluarga muslim fakultas Hukum (KMFH)
KMFH merupakan lembaga semi otonom yang memiliki tujuan utama meningkatkan kualitas iman dan takwa mahasiswa muslim di fakultas hukum UGM. Melalui kegiatan-kegiatan keislaman di harapkan tertanam nilai-nilai agama pada mahasiswa fakultas hukum UGM.
Asian Law Student Association (ALSA)
Organisasi ini merupakan tidak lanjut dari petemuan mahasiswa hukum negara-negara ASEAN. Dalam forum ini terdiri dar mahasiswa fakultas hukum di lima Negara yaitu Indonesia, Malaysia, Philipina, Singapura, dan Thailand.
Persekutuan Mahasiswa Kristen (PMK)
PMK merupakan organisasi kegiatan mahasiswa yang melakukan kegiatan-kegiatan antara lain seperti Natal, Paskah, dan Retret. 
Keluarga Mahasiswa Katolik (KMK)
KMK merupakan organisasi yang berfungsi meningkatkan minat pemuda melayani tuhan dan ajaran kristus di fakultas hukum. selain itu organisasi ini juga berfungsi untuk mengikat tali kekeluargaan diantara para anggotanya.
Sanggar Kesenia Apakah
Organisasi ini merupakan organisasi kesenian yang melakukan kegiatan-kegiatan seni di studio seni. Kesenian tersebut terdiri dari teater, music, sastra, dan tari. Sehingga para anggotanya dapat mengekspresikan dirinya dan membuang kejenuhan selama melakukan perkuliahan di fakultas hukum UGM.
Dari sekian banyak organisasi kemahasiswaan tersebut diharapkan para mahasiswa fakultas hukum dapat bergabung dan memanfaatkannya sebaik mungkin meskipun kita juga harus mengakui bahwa di tingkat universitas juga tersedia organisasi kemahasiswaan yang berwujud unit kegiatan mahasiswa (UKM). Mahasiswa fakultas hukum UGM memiliki pilihan apakah ingin mengembangkan dirinya di organisasi pada tingkat fakultas atau di tingkat universitas atau mengikuit kedua-duanya. Semuanya memiliki konsekuensi positif asalkan mahasiswa dapat mengatur waktunya.

Mahasiswa Sebagai Agent of Change
Mahasiswa di mata masyarakat sangat identik dengan kehidupan hura-hura atau bersenang-senang. Apalagi mahasiswa fakultas hukum yang telah dipandang sebagai lulusan yang banyak menganggur dan identik dengan pembelajaran yang hapalan saja. Kondisi hukum di Indonesia yang sedang carut marut menjadi tantangan bagi lulusan sarjana hukum karena selama ini masyarakat sangat mendambakan sistem hukum yang bersih dan transparan.  Untuk itulah peran penting  fakultas hukum UGM dalam mencetak para sarjana hukum yang berkompeten dan memenuhi kriteria ideal baik melalui metode pembelajaran maupun penanaman nilai-nilai moral. Seperti yang dikutip pernyataan rektor UGM Prof. Sudjarwadi  bahwa mahasiswa tidak boleh cemas akan dirinya sendiri, tetapi cemas dengan apa yang terjadi disekitarnya sehingga diharapkan mahasiswa menjadi problem solver permasalahan yang ada disekitarnya. Melihat dari sejarah kebangkitan pergerakan mahasiswa antara lain tahun 1908, 1928, 1945, 1965, 1978 dan 1998 menandaklan bahwa mahasiswa sebagai agent of change dan moral force sangat berperan dalam penegakkan nilai-nilai idealisme dan selalu dapat menyuarakan suara rakyat yang tertindas.  Padatnya jadwal kuliah di faklultas hukum UGM diharapkan tidak menyurutkan rasa  antusias para mahasiswa fakultas hukum untuk mengikuti beberapa kegiatan organisasi kemahasiswaan. Hal tersebut terkait dengan kegitan atau program kerja dari pada organisai yang positif karena di dalam aktifitas organisasi yang selalu menciptakan mahasiswa yang kritis terhadap isu-isu hukum. berbagai macam kegitan di fakultas hukum UGM membuat mahasiswa dapat memilih dengan leluasa bidang-bidang yang diminatinya. Apakah tertarik di dunia kerohanian, politik, seni, dan pers.

Mahasiswa fakultas hukum UGM Pintar dan Bermoral
Kutipan kata-kata dari tulisan Prof. Amien Rais sangat menarik yaitu bahwa sepanjang sejarah umat manusia keberilmuan tidak menjamin penegakkan moral. Hal tersebut berarti moral harus di letakkan di atas ilmu. Kita tentunya tidak ingin mendengar berita korupsi yang dilakukan oleh orang yang secara kelimuan dapat dipandang dan memiliki predikat sebagai orang pintar.  Apalagi saat ini korupsi sudah menyebar di berbagai lini bukan saja di puncak pimpinan tetapi menjalar hingga ke bawahan. Sebut saja kasus-kasus hukum yang ramai dibicarakan saat ini tidaklah jauh dari aparat penegak hukum. saya khawatir Tanda-tanda  degradasi moral juga mulai terjadi di Fakultas hukum UGM. contoh paling sederhana adalah fenomena plagiarisme dan fenomena titip absen. Hal tersebut menjadi momok yang sangat tidak etis di kalangan akademisi. Terlebih moral merupakan kesadaran diri akan berbagai kaedah antara lain kaedah kepercayaan, kesusilaan, sopan santun, dan kaedah hukum.  banyak orang berprinsip ataupun berpendapat bahwa saat ini kita sangat memerlukan orang yang jujur, daripada orang pintar. hal ini memang didasarkan pada kondisi aparat penegakan hukum di negeri ini yang buruk. Lalu dimana kita akan mendapatkan sarjana hukum yang jujur? tentunya fakultas hukum harus dapat menjawap segala permasalahan tersebut. Misalnya fakultas hukum UGM harus tidak mentolelir segala tindakan yang tidak bermoral seperti yang disebutkan diatas. Menurut Prof. Dr. syahrin Harahap, M.A. mahasiswa sebagai agent of change dihadapkan pada empat tantangan antara lain pertama tantangan keilmuan, kedua tantangan kelembagaan, ketiga tantangan perubahan sosial, dan yang keempat adalah tantangan moralitas.  Menurut Prof. Dr. syahrin Harahap, M.A. yang dikutip dari bukunya yakni penegakan moral akademik di dalam dan luar kampus, membagi mahasiswa menjadi 2 golongan yaitu : mahasiswa professional yang menetapkan aktifitasnya untuk rajin mencari ilmu pengetahuan, mengejar bimbingan dosennya, melakukan riset lapangan maupun kepustakaan, dengan ciri antara lain aktif di lokal kuliah, hadir di berbagai forum diskusidan seminar, akrab dengan perpustakaan, sungguh-sungguh dalam mengembangkan lembaga-lembaga profesi mahasiswa, indeks prestasi tinggi, dan selalu muncul dalam deretan nama mahasiswa yang memperoleh beasiswa dalam berbagai bentuknya. Kedua adalah mahasiswa politikus yang kalau mengambil sampel dinegara-negara demokrasi-liberal mereka sebentar terserap di dalam kegiatan politik. Mereka hanya banyak mengajukan tuntutan-tuntutan dan melakukan hal-hal ekstrem dan melupakan tugas keilmuannya. Melalui organisasi kemahasiswaan Di fakultas hukum UGM diharapkan lahir mahasiswa fakultas hukum yang profesional yang aktif dalam kegiatan tetapi juga tidak melupakan tugas keilmuannya.

Penanaman nilai-nilai luhur di Fakultas Hukum UGM
fiat justitia et pereat mundus pameo yang artinya meskipun dunia ini  runtuh, hukum harus tetap ditegakkan. Pameo tersebut bermakna bahwa kepastian hukum dan keadilan haruslah di junjung tinggi. Oleh karena itu peran fakultas hukum sangat besar di mata masyarakat terutama terhadap permasalahan dan isu-isu hukum. lalu apa peran organisasi kemahasiswaan di fakultas hukum dalam menelurkan pemimpin masa depan? organisasi adalah sekumpulan orang yang memiliki struktur jabatan serta memiliki tujuan baik bersifat internal maupun ekternal yang diaktualisasikan melalui pergerakan. Sementara pergerakan tersebut dapat berupa aksi dan tindakan nyata. Di fakultas hukum UGM terdapat beberapa organisasi kemahasiswaan yang statusnya adalah lembaga otonom dan LSO (lembaga semi otonom). Melalui organisasi tersebut diharapkan muncul atau lahir para tunas-tunas bangsa yang berjiwa kepemimpinan. Lalu apa peran fakultas hukum UGM dalam melahirkan jiwa-jiwa kepemimpian tersebut? Menarik untuk dibicarakan bahwa sebetulnya saat ini UGM telah menerapkan metode pembelajaran student centre learning  (SCL) dimana metode tersebut menjadikan mahasiswanya sebagai pusat pembelajaran yakni melalui komunikasi antara mahasiswa dalam mengatasi masalah (base problem solve), sementara Dosen menjadi pembimbing dan pengarah agar proses tersebut berjalan lancar. Di beberapa kelas di fakultas hukum UGM juga telah menerapkan metode tersebut. Selain mengasah daya kritis melalui SCL, dengan mengikuti organisasi kemahasiswaan juga  mahasiswa fakultas hukum dapat mendapat banyak ilmu mengenai keorganisasian dan nilai-nilai positif dari kegiatan tersebut. Sebut saja MCC internal (moot court competition) yaitu kompetisi peradilan semu yang setiap tahun diadakan di fakultas hukum UGM dengan peserta sejumlah LSO yang tentu saja untuk mengikuti ajang tersebut harus melakukan kerjasama, latihan, dan belajar secara keilmuan. Oleh karena itu kegiatan tersebut dapat melatih rasa tanggungjawab dan nilai-nilai yang ada di fakultas hukum.

Tujuan fakultas hukum UGM adalah menghasilkan sarjana hukum yang berkualitas yaitu mempunyai nilai-nilai luhur dan berpegang terguh pada prinsip-prinsip dasar, menguasai pengetahuan hukum, berwawasan luas, mampu mengantisipasi perkembangan dan kebutuhan masyarakat, berfikir secara komprehenseif dan responsive terhadap perubahan masyarakat. Dalam menjawab tantangan dari tujuan tersebut selain menanamkan jiwa kepemimpinan memalui fasilitas organisasi kemahasiswaan fakultas hukum juga mempunyai peran menanamnkan nilai-nilai luhur, yani melalui mata kuliah sikap mental dan profesi hukum. tentunya di samping pembekalan pengetahuan fundemantal tentang hukum melalui mata kuliah tersebut mahasiswa telah memiliki pengetahuan mengenai profesi permasalahan yang nanti dihadapi di masa depan. Mahasiswa fakultas hukum diharapkan memiliki kemampuan analitis, dan solutif serta argumentatif terhadap permasalahan terkait profesi hukum di luar sana. Selain memalui mata kuliah sikap mental dan etika profesi hukum, mahasiswa baru di fakultas hukum UGM juga mendapatkan nilai-nilai idealisme mengenai hakekat menjadi mahasiswa fakultas hukum pada masa orientasinya. Masa orientasi tersebut dikenal dengan istilah PPSMB (pengenalan dan pembelajaran sukses mahasiswa baru).

Semakin bertambahnya usia fakultas hukum UGM diharapkan dapat meningkatkan kualitas mutu pendidikan baik dari segi sarana prasarana, pelayanan administrasi, keamanan, maupun kualitas pengajarnya. selain itu diharapkan fakultas hukum UGM menjadi fakultas yang terus menerus memberikan kontribusi terhadap dunia hukum di Indonesia dengan menciptakan lulusan yang berkompeten, berjiwa kepemimpinan dan selalu menggenggam nilai-nilai luhur yang telah ditanamkan.
   

Sumber bacaan 
Harahap,syahrin. 2004. penegakkan moral akademik didalam dan luar kampus. Jakarta : Rajawali pers
Kumpulan Naskan annual essay competition terbaik 2004. Mahasiswa dan kepemimpinannya. PPKB UGM.

Mempertahankan Keistimewaan Yogyakarta dalam NKRI


Kesadaran Mahasiswa Sebagai Garda Terdepan Perubahan dan Sebagai Intelektual Muda dalam Mengatasi Permasalahan di Sekitar Lingkungannya

Sub tema : Kesadaran Mahasiswa akan potensinya guna membangun lingkungannya
(essay ini telah diikutsertakan dalam Annual Essay Competition UGM 2009)
Mahasiswa memiliki peran utama sebagai generasi penerus bangsa  yang terus menerus melakukan pergerakan-pergerakan yang mengarah kepada keadaan yang lebih baik. Tidak bisa dipungkiri bahwa sejak masa politik etis pada masa penjajahan  kolonial belanda  sudah muncul gerakan-gerakan pelajar yang mempelopori Indonesia untuk merdeka.  Organisasi-organisasi pelajar tersebut diantaranya adalah  Perhimpunan Indonesia (1901) dan Indischevereeniging  (1908). Meskipun pelajar-pelajar tersebut merupakan hasil daripada perwujudan politik etis, tetapi cita-cita yang dibawa adalah cita-cita luhur bangsa Indonesia yang sesuai dengan kearifan lokal dan berkepribadian bangsa Indonesia. hingga saat ini mahasiswa merupakan garda terdepan agen perubahan. Dapat dikatakan bahwa  para akademisi yang notabene adalah para pelajar atau mahasiswa selalu tampil mengawasi perputaran roda pemerintahan hingga memaksanya berjalan sesuai dengan rel  undang-undang dasar Negara republik indoesia 1945 dan tetap menahannya berada dalam alam demokrasi. Untuk menerapkan peran serta mahasiswa dalam kehidupan masyarakat diperlukan kesadaran mahasiswa mengenai potensi dirinya guna membangun lingkungannya. Nampaknya di era globalisasi ini mahasiswa cenderung meningkatkan potensi diri sendiri tanpa peduli dengan permasalahan di sekitanya. Hal ini sudah dapat dibuktikan dengan meningkatnya rasa eksklusifitas dan egoisme dikalangan mahasiswa saat ini. Banyak faktor yang menyebabkan  kesadaran mahasiswa akan perannya menurun tajam. Untuk itu marilah kita menggali fenomena yang terjadi dan menemukan solusi serta ide-ide untuk menyadarkan mahasiswa mengenai perannya dalam membangun lingkungannya. 

Mahasiswa, permasalahan dan solusi
Adanya problem yang dihadapi mahasiswa saat ini pasti juga ada penyelesaiannya. Dalam perkembangannya saat ini, para mahasiswa  menghadapi masalah multidimensional yang berlarut-larut sehingga menumpuk dan menjadikannya sampah di bumi pertiwi ini. Permasalahan tersebut diantaranya adalah menurunnya mental nasionalisme, kesenjangan sosial, degradasi moral, dan semakin sulitnya akses pendidikan. Menurunnya mental nasionalisme menyebabkan para generasi muda lebih cenderung untuk menjunjung kebudayaan dari luar negeri dari pada melestarikan kebudayaan lokal atau dalam negeri. Di kota-kota besar budaya konsumerisme menjadi bumerang bagi kondisi ekonomi Indonesia. Contohnya adalah ketika film-film holywood menjadi raja di bioskop-bioskop tanah air sementara kita hanya sebagai penonton saja apa yang akan kita dapatkan nantinya? Secara otomatis kreatifitas bangsa kita menjadi menurun dan akan mengakibatkan bangsa ini hanya menyukai suatu produk yang instan saja. Lalu dimana peran mahasiswa  sebagai garda terdepan agen perubahan? Memang terlalu mudah untuk mengucapkan cintailah  produk dalam negeri, jangan beli bajakan, dan tingkatkan kreativitas, tetapi di era globalisasi ini agaknya sulit untuk menjalankan seruan-seruan tersebut karena semua hal yang berbau komersial diserahkan kepada mekanisme pasar sehingga untuk mewujudkan rasa nasionalisme harus diarahkan kepada hal-hal positif yang lainnya diantaranya adalah dengan meningkatkan prestasi baik secara akademik maupun non akademik di lingkunan sendiri, ajang  nasional maupun internasional .

Prestasi akademik dan non akademik
Keberhasilan mahasiswa UGM dalam membuat prototype mobil SEMAR untuk berpartisipasi  dalam ajang perlombaan Shell eco-maraton 2010 di sirkuit sepang, Malaysia merupakan contoh nyata dari rasa nasionalisme dan  penerapan peran serta mahasiswa dalam pembangunan berkelanjutan. Melalui ajang-ajang perlombaan  dalam negeri maupun luar negeri diharapkan dapat meningkatkan rasa nasionalisme yang akan memacu mahasiswa untuk lebih kreatif dan inovatif sehingga dapat mengangkat nama bangsa Indonesia di tingkat internasional sehingga ide-ide lokal dapat dijadikan kebanggaan tersendiri.
Berlanjut ke masalah kedua yang dihadapi mahasiswa yaitu permasalahan kesenjangan sosial. Permasalahan ini menjadi fenomena unik karena mengakibatkan reaksi berantai yaitu mulai dari kriminalitas, urbanisasi,  hingga permasalahan stabilitas politik. Negara Indoneia adalah Negara yang sangat luas dan sangat kaya. Potensi Negara Indonesia dapat berasal dari alam (sumber daya alam) antara lain kehidupan hayati, dan mineral yang terpendam di dalam bumi serta berasal dari manusianya (sumber daya manusia). Sesuai dengan tujuan Negara Indonesia yang tertuang dalam alinea ke-4 undang-undang dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 yaitu melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia  maka sumber daya alam harus dikelola oleh sumber daya manusia yang handal dan bertanggung jawab.  siapa sumberdaya manusia yang handal yang dimaksud? Berdasarkan diagram piramida, kedudukan akademisi dan para ahli berada di area paling atas dan jumlahnya pun paling sedikit dibandingken level dibawahnya. Para ahli dan akademisi tersebut pada dasarnya berasal dari mahasiswa oleh karena itu mahasiswa diharapkan memiliki keahlian yang handal baik itu hard skill maupun soft skill yang dapat dijadikan modal untuk mengelola sumberdaya alam dan memeratakan kepada seluruh masyarakat.  Lalu ada apa dengan mahasiswa kita? Contoh konkrit mengapa Freeport sebagai tambang emas yang besar tidak memberikan keadilan dan malah meningkatkan kesenjangan? Hal tersebut dibuktikan dengan adanya beberapa peristiwa penembakan ataupun kerusuhan di tanah papua khususnya areal sekitar Freeport . Pengibaran bendara OPM bukanlah hal yang salah karena harus kita akui bahwa semua hasil kekayaan alam yang telah dikeruk tersentralisasi di Jakarta sementara daerah lainnya tidak dapat menikmatinya walaupun telah adanya otonomi daerah tetapi para pejabat daerah cenderung untuk mencari keuntungan sendiri-sendiri. Kejadian semacam itu memang menjadikan pelajaran bagi kita semua bahwa kemandirian bangsa memang diperlukan sehingga tidak perlu tergantung pada investor asing untuk mengelola sumber daya alam dikarenakan kita telah memiliki potensi manusia.

Daya saing mahasiswa yang mandiri
Lalu apa peran mahasiswa dalam mengatasi kesenjangan sosial dimasa globalisasi sekarang ini? Suatu sumbangan wacana yang diberikan  pada tulisan ini adalah dengan cara meningkatkan daya saing mahasiswa yang mandiri. Daya saing mahasiswa adalah keahlian yang dimiliki mahasiswa baik secara akademik maupun non akademik yang memiliki daya guna di dalam kehidupan masyarakat dan mampu diterapkan untuk meningkatkan kualitas hidup orang banyak. Sementara itu pengertian mandiri disini adalah tidak tergantung atau bersandar pada keadaan yang ada sehinggga kreatifitas dan keberanian menjadi bagian dalam kemandirian. Contoh konkrit daripada pikiran diatas adalah dengan menerapkan pola pikir kewirausahawan. Sudah banyak contoh-contoh mahasiswa yang  berhasil membuka lapangan kerja yang berdampak  pada kondisi masyarakat disekitarnya. Kreatifitas dan keberanian mereka telah membawa perubahan besar bahwa tidak semua sarjana adalah pencari kerja, tetapi diharapkan para sarjana adalah pembuka lapangan kerja, seperta apa yang dikatakan oleh Rektor UGM bahwa mahasiswa tidak boleh cemas akan dirinya sendiri, tetapi cemas dengan apa yang terjadi disekitarnya sehingga diharapkan mahasiswa menjadi problem solver permasalahan yang ada disekitarnya atau paling tidak keberadaan mahasiswa menjadi penggerak ekonomi di sekitar kampus dan memberikan peluang usaha kepada masyarakat disekitarnya. 
Penanaman nilai-nilai luhur
    Permasalahan ketiga yang dihadapi mahasiswa adalah degradasi moral  nilai-nilai kepribadian bangsa. Apakah anda pernah mendengar istilah plagiarisme  dan istilah titip absen? Plagiarisme adalah perbuatan mencuri hasil karya orang lain unuk dipublikasikan sebagai karya sendiri. Titip absen adalah perbuatan untuk membohongi diri sendiri bahwa menganggap dirinya hadir dalam perkuliahan yang pada kenyataannya tidak. Plagiarisme dan titip absen adalah fenomena yang menandakan degradasi moral nilai-nilai kepribadian bangsa sehingga patut diperhatikan oleh seluruh kalangan termasuk mahasiswa. Mengapa demikian? mahasiswa seharusnya menjadi sosok yang idealis dan menjadi contoh dengan menjunjung tinggi nilai-nilai luhur kepribadian bangsa  yaitu kejujuran dan lapang dada, namun padatnya aktifitas mahasiswa maupun kemalasan membuat beberapa mahasiswa mengorbankan kejujurannya dan menjadikannya suatu kebiasaan yang lumrah sehingga penyakit tersebut menjalar kepada aspek-aspek kehidupan yang lain terutama mental calon pemimpin masa depan akan kesadaran untuk jujur. Jujur  adalah seuatu hal yang sangat eksklusif yang sangat sulit ditemukan di negeri ini . Hal tersebutlah mengapa Negara kita masih menempati peringat Negara terkorup diasia tenggara. Ketahuilah walaupun kejujuran merupakan sesuatu yang berat nemun demikian kejujuran lebih baik daripada kebohongan. Kesadaran mahasiswa sebagai agen perubahan tidak secara instan didapatkan. Ada beberapa fase yang harus dilewati oleh mahasiswa untuk menumbuhkan kesadaran dirinya sendiri. masa orientasi atau biasa disebut PPSMB (pengenalan dan pembelajaran sukses mahasiswa baru)  adalah masa yang paling tepat untuk menumbuhkan dan menyadarkan para mahasiswa mengenai permasalahan-permasalahan yang nantinya akan dihadapi dan tanggung jawab yang diemban. Penanaman mata kuliah etika profesi juga diharapkan mampu menyadarkan dan menciptakan mahasiswa yang jujur dan bertanggung jawab.

Totalitas sebagai mahasiswa
Diantara masalah-masalah diatas tadi masalah yang paling nyata untuk diatasi dan dihadapi mahasiswa adalah masalah pribadinya sendiri  antara lain permasalahan akademik yaitu semakin sulitnya akses pendidikan. Saat ini mahasiswa cenderung berkutat pada permasalahan pribadinya yaitu permasalahan akademik. Untuk mendapatkan gelar sarjana tidaklah mudah karena  ada faktor-faktor yang harus dihadapi antara lain ketekunan, kecerdasan intelektual, kecerdasan spiritual , dan masalah finansial. Adanya batas masa kuliah dan mahalnya biaya studi menyebabkan mahasiswa harus fokus untuk menyelesaikan studinya sehingga terkesan bahwa mahasiswa cemas dengan masa depannya dan cenderung egoistik.  Totalitas sebagai mahasiswa sangat diperlukan yaitu mahasiswa sebagai akademisi, agen perubahan, dan problem solver, bukan mahasiswa sebagai pencari gelar, pencari kerja dan pencipta masalah. Tetapi dibalik itu semua ada peran utama yang diemban mahasiswa yaitu belajar  sesuai dengan nilai-nilai budaya dan keluhuran bangsa serta menjunjung tinggi nilai kejujuran. Kadar ilmu yang masih kosong harus diisi penuh sehingga nantinya dapat di terapkan kedalam pembangunan masyarakat.  Sebagai generasi muda mahasiswa harus dapat membaur kedalam masyarakat dengan membawa nilai-nilai dan ilmu yang telah diraihnya. Mahasiswa harus menunjukan perannya tetapi tidak boleh berlebihan karena nantinya akan terkesan sok tahu, namun harus menerima keadaan masyarakat sekitar dengan mnjunjung tinggi nilai-nilai kesopanan. Adanya organisasi-organisasi di dalam fakultas yang sering mengadakan kegiatan sosial maupun pendampingan kepada masyarakat merupakan contoh konkrit kesadaran dan kepedulian mahasiswa guna membangun lingkungannya. Program KKN (kuliah kerja nyata) yaitu pengabdian mahasiswa kepada masyarakat  juga diharapkan dapat mengatasi permasalahan yang ada di sekitar lingkungannya dan mahasiswa tidak berhadapan pada dosen dan buku-buku saja di kelas karena di dalam kurikulum telah dimasukan program-program lapangan yang sesuai dengan bidang keilmuan dan tentunya dapat dipertanggungjawabkan. Contoh program KKN merupakan wujud kesadaran untuk membangun lingkungannya adalah  memberikan pengabdian kepada masyarakat secara nyata dan berguna baik pada masalah teknis dan sosial. Pembuatan alat pendeteksi longsor dan pengawasan terhadap peradilan di sekitar DIY menjadi contoh konkrit peran mahasiswa dalam membangun lingkungannya melalui program KKN meskipun hal tersebut tidak secara radikal dan permanen merubah kondisi seluruh lingkungan.

    Kesadaran mahasiswa memang diperlukan karena bagaimanapun sejak Indonesia berkomitmen untuk merdeka para pelajar atau mahasiswa memegang peran penting dalam mengkoordinasikan kekuatan-kekuatan yang ada untuk merubah kondisi yang belum baik menjadi kondisi yang lebih baik. Sebagai intelektual muda diharapkan mahasiswa membawa solusi-solusi atas masalah yang terjadi di sekitar lingkungannya. Diatas telah disebutkan contoh-contoh konkrit mengenai peran mahasiswa dalam membangun lingkunannya. Potensi-potensi yang dimiliki tidak hanya dinikmati sendiri tetapi juga berdampak pada masyarakat sekitar. Semoga tulisan ini memiliki makna yang dalam karena bagaimanapun tiada gading yang tak retak. Untuk para pemuda Indonesia satu kalimat kejarlah ilmu hingga ke negeri cina nampaknya menjadi kalimat yang tepat untuk menggambarkan kondisi kita saat ini yaitu penuh semangat perjuangan dan kegigihan dalam mengarungi bahtera kehidupan. Disisi lain kita mengemban tugas yang tidak ringan karena status mahasiswa bukanlah status main-main karena diperlukan keaarifan dan nilai-nilai kepribadian bangsa yakni ketuhanan, kejujuran dan keadilan.