Rabu, 28 Desember 2011

SETETES DARAH MU SANGAT BERARTI BUAT MEREKA....


Terinspirasi oleh banyak penulis salah satunya Radityadika tentang catatan hariannya,  aku mencoba menulis. Nggak ada salahnya kan, kalo dibilang aku ikut-ikutan nggak juga, aku analogikan menulis seperti bernyanyi.  Semua orang bisa melakukan tetapi ada yang profesional dan ada juga yang hanya iseng melakukannya.
Nah aku termasuk orang yang suka bernyanyi tetapi dengan suara yang nggak enak didengar, tetapi jika semakin berlatih bernyanyi aku yakin nyanyian aku akan semakin merdu...(haha ngarep)
 toh si radit juga ikut-ikutan orang lain. Dia bilang “norak banget nih orang nulis pengalaman pribadi di Blog”, besoknya Radit ikutan ngeblog....

aku mencoba menjadi diri sendiri dan inilah aku....
 Nggak ada yang sempurna so, kecacatan dalam menjalani hidup bukanlah sebuah aib melainkan sesuatu yang alamiah terjadi dan patut disyukuri...

Kelamaann nih kata pengantarnya.. Baik ... kita mulai..

6 desember 2011, akhirnya selesai juga kemelut penetapan kursi DPM univ.  KPRM (komisi pemilihan raya mahasiswa)  telah mengeluarkan SK KPRM no 10/KPRM/XII/2011 yang menetapkan presma terpilis Geovani Van Empel dan SK no 11/KPRM/XII/2011 yang menyatakan perolehan kursi DPM (dewan perwakilan mahasiswa) yakni Boulevard 1 , Kampus Biru 3, Bunderan 8, Sayang mama 3, FLP 2,  Balairung 1, Srikandi 1, dan Macan Kampus 4 serta 1 kursi dinyatakan kosong.  Rapat penetapan dilakukan sekitar pukul 8 pagi hingga pukul 5 sore. Sempat terjadi perdebatan panjang akan tetapi semua berakhir dengan baik.  
 
sebagai Mahkamah Pemira (MP) harus bersiap.meminjam ruang sidang simulasi PS 2, peralatan sidang, dan baju hakim sudah siap semua. Takut terjadi perselihan hasi pemira (semoga nggak terjadi ya.. hehehehe) . Apa yang bisa kulakukan semaksimal mungkin dan seiklas mungkin demi memberikan kontribusi untuk UGM. Setelah print segala macam berita acara, dilanjutkan menempel petunjuk di sekre BEM sebagai sekretariar kepanitraan Mahkamah Peira di didnding sebagai petunjukarah dan di depan kaca sekre Bem. Nah waktunya pulang ke kos.

Sampai di kos sekitar magrib. Mulai kemasukan setan tubuh ini... ngantuk dan tidak bersemangat sampai akhirnya tidur-tiduran. Hingga terdengan azan pukul 7 lebih. Nah loh kelewatan magrib . belum mandi, bau keringat dan perut keroncongan. Seperti biasa otak ini loading dulu untuk memikirkan tahap-demi tahap apa yang harus di lakukan. Mulai muncul khilasan2 apa yang akan aku lakuin beberapa jam kedepan.  Tahap pertama mandi, kedua solat isya, ketiga bawa cucian ke loundry, keempat makan, dst.. setelah terprogram dalam otak aku dan setelah keluar kamar ada si Ulum  (teman sejurusan cah nganjuk) datang. Ngajakin makan.  Hahaha kebetulan sekalian ajakin dia aja ke Diana Musik buat beli senar gitar . lah? Beli senar gak ada di sekenario otak gue tadi,  lho..? dari  mana asalnya? Rencana ini muncul karena memang sudah direncanakan waktu tadi siang tetapi karena acara di gelanggang molor akhirnya tertunda.

“pri, makan yok” ajak ulum
“ayok, ngendi rek? Tapi aku arep tuku senar gitar sek sedilit” jawab aku (belajar bahasa jawa)
“ayo asal nggo motormu” jawab ulum
“oke..”

Nah di jalan bareng sohib aku yang Ketua IMM UGM dan sekaligus anggota MAPAGAMA. Lumayan dapat banyak hal. Sharing hal-hal yang nggak pernah ku tahusebelumnya. Dari mulai masalah asmara sampai curhat dia yang terlalu sibuk mengurusi teman-teman IMM dari daerah lain yang main ke yogyakarta.
Seperti biasa di jalan sekitar Tugu selalu ramai dengan kendaraan ditambah lampu jalan khas jogja berbentuk antik yang menambah suasana menjadi eksotik.
Sampai akhirnya di Diana Musik. Tempatnya megah dan dipenuhi berbgai alat musik berdasarkan kriteria. Mulai dari Drum, Kaze, sampai dengan Keyboard dan Amplifer yang harganya belasa juta. Pokoknya lengkap. Si Ulum terkagum-kagum melihat set alat musik yang berkilauan dan harganya wah.  Singkat kata transaki dengan penjaga toko telah selesai.
harga senar 63 ribu satu set. Tapi sebelum keluar toko menyempatkan diri dulu ke ruang Fender.. hehehe.. gitar idaman dari dulu sejak SMA, mata aku jelalatan liat gitar yang digantung.  Fender Telecaster harganya 13 jutaan. Haduh.. Stratocaster 10 jutaan... wah mahal banget, tetapi dari dulu emang segitu harganya.. penjaganya nawarin Square, yang tele fender. Anak perusahaan katanya sih, tetapi beda material. Kualitas juga beda harganya sekitar  digantungtar 3 jutaan... haduh n.. mending mimpi aku disimpen dulu aja.
Setelah keluar toko , di jalan aku tanya Ulum

“jadi begini lum, kenapa alat musik tuh mahal?” tanya aku mencoba memecahkan kesunyian di jalan naik motor, seblelum dia menjawab aku serobot duluan dengan jawaban aku sendiri dengan gaya sotoy, “ ya karena kalo alat musik murah semua orang bisa jadi artis dong, punya alat musik semua”  heheheh... aku sok lucu buat menghibur si ulum yang agak galau. Dari tadi dia ngajakin ngomongin cewek melulu. Padahal aku paling sensitive karena sering di tolak cewek dan selama aku kuliah tiga tahun belum pernah punya pacar.. .
Di jalan aku menjelaskan kepada ulum kalo alat-musik tuh harganya memang mahal, dibuat bukan main-main dan karena material , teknik produksi dan tingkat akurasi yang tinggi dari pabrik di luar negeri plus tenaga untuk membayar sang ahli. Sehingga suara yang dihasilkan dapat menghipnotis pendengar musik , (tergantung yang mainin alat musiknya kalee)

Sepulang dari Diana Musik, makan disekitar pogung. Luamayan ditempat makan banyak mba-mba cantik.. mata aku shoping lagi.. nggak apa-apa lah ya.. kan aku single. Single , bukan jomblo. Kata si Adit (temen fakultas asal bali) kalo jomblo tuh nggak laku, nah single tuh pilihan belum niat nyari.? Hahaha di bukunya Mabusia Setengah salmon Radityadika lebih parah lagi. Dalam papernya dia menjelaskan kriteria jomblo... ada tiga, tetapi kalo pengen tau lu baca sendiri aja deh bukunya... hahahaha////

Akhirnya sekitar jam 10 malam sampai kos, baru mau masuk kamar eh, temen kos kasih info kalo di RS sarjito butuh darah golongan B. Nah loh... dialog nya seperti ini :

Catur (Teman Kos Fakutas Psikologi asal Padang) :” Pri, golongan darahmu apa? Nih ada yang buth cepet Rs Sarjito golongan B”  tanya catur
Aku “ kata Ibu sih darahku B” jawab aku
Catur : “lah kok kata ibu? Emang blum pernah di cek?”
Aku “Belum, soalnya Ibuku B, Bapakku juga B, otomatis anaknya B kan? Kecuali aku anak pungut, hahahaha” dalam hati aku semoga aku bukan anak pungut, kalopun anak pungut semoga orang tua asli aku lebih kaya dari ortu aku yang sekarang. Ngookkk, ngimpi . ya nggak lah, aku dah bersyukur punya orang tua yang sekarang. Walaupun kadang Bapak agak nyebelin...
Catur “okelah, mau nggak ni ada yang buth tiga kantong?”
Aku” wah gimana ya? “ dalam hati aku ragu. Ada jati diri aku yang baik, dan ada syeitan yang berbisik. Dalam jati diri aku yang baik menyarankan demi kemanusiaan apa salahnya menymbangkan sedikit darahmu, toh kamu belum pernah melakukannya, katanya mahasiswa? Agent perubahan, masak donor darah aja nggak mau?, di lain pihak seitan yang berbisik mendingan tidur aja. Nanti badan kamu sakit lho...
Aku bingung stengah mati, seumur-umur belum pernah donor darah. Aku ngebayangin jarum suntik yang gede, selang dan kantong darah. Wah ngeri deh. Tetapi aku merenung jikalau suatu saat kecelakaan atau sakit dan membutuhkan darah banyak. Demi alasan kemanusiaan maka aku setuju.
“okey... aku Donor “ jawab aku
“oke kalo gitu kita ke masjid Wardiyah samping Sarjito ngambil surat rekomendasi dulu ya..”jawab catur

Setelah ke masjid Mardiyah mengambil surat rekomendasi, aku dan catur ke Ruangan PMI sarjito. Aku masuk. Aku duduk menunggu giliran. Di depan aku ada percakapan antara keluarga pasien dengan petugas unit tranfusi. Keluarga butuh sekitar 10 kantong darah A. Dan ngga ada stock nya. Alamak...Orang tersebut anak muda sekitar 20 tahunan dan Bapak-bapak kebingungan mau keman mencari darah buat keluarganya.  Soalnya mereka sudah keliling PMI jogja dan semuanya kosong. Astagfurullah...
Setelah aku mengisi formulir akhirnya tina glliran. Sebelumnya darah aku di cek dulu oleh mba  Vira (petugas tranfusi). Dialognya seperti ini.

“silahkan mas, belum pernah di cek ya golongan darahnya” tanya mba vira
“kata Ibuku sih aku B, soalnya ortu semuanya B” jawab aku
“ oh. Okey biasnya anaknya B , atau bisa juga O, nah smoga darah mas diantara A dan O ya” balas mba Vira
Lha.. smoga? Berarti kalo nggak B atau O aku anak pungut dong? H wah hati aku berdebar nih..
Dengan menggunakan alatnya mba Vira memegang tangan Aku dan mengambil sample darah untuk di teliti di alatnya seperti kertas dan diberi cairan kimia tertentu... wah ternyata dunia kedokteran tuh sangat luar biasa ya...

Akhirnya Mba Vira ngasih tau aku kalo darah aku B, dan bisa melanjutkan proses donor darah karena hemoglobinnya tenggelam...
nah waktu di tensi ternyata aku darah tinggi. 150 lebih.. . kata petugasnya Mba Vira nggak bisa di tranfusi. Aku coba menebak, kayaknya bakalan mucrat kemana-mana deh kalo darah tinggi terus di donorin ke kantongnya. Wah gawat nih bisa-bisa aku jadi manusia berdarah muncrat..  Harus menunggu sampai turun ke 130 dulu baru bisa.  Akhirnya 30 menit kemudian tekanan darah aku turun ke 140 dan 20 mentit kemudian menjadi  130. Dan di tranfusi ke kantong.
Pertamnya aku deg-degan liat alatnya. Ada jarum gede, selang dan kantong. Di bawah tempat duduknya ada tibangan elektronik . mba Vira mencet siku tangan aku sambil ngolesin cairan buat sterilkan. Nah ternyata agak kesusahan mencarai pembulu Vena di tangan kanan aku. Soalnya kata mba Vira aku jarang angkat beban atau olahraga, sehingga tangan aku isinya daging doang. Hehhe sampe2 dia membuka sarung rangannya supaya lebih bisa mencari pembuluh vena. Di atas meja jarum gede dan tersambung di selang bersinar dan menunggu untuk menancap di pembuluh darah aku...

“mas nya jarang olah raga ya,,? Jarang angkat beban” kata mba Vira
Haha aku tersenyum malu..  lengan aku nggak kaya lengan cowok. Agak lembek dan berlemak.
Akhirnya tangan mba vira menemukan aliran darah vena di lengan aku...
“nah sudah ketemu ni.. kita mulai ya.. bismillahrohmanirohim”
Aku menahan sakit dan sangat teras ketika ujung jarum ditancapka darah segar mengalir ke selang transparan turun ke kantong dibawah yang diatas timbangan elektronik. Angka-anga digital mulai berjalan dan kantong darah  ulai bergelembung

Ternyata nggak sakit. Karena kata Mba nya tergantung merk jamrum yang di pakai. Kalo yang murah biasanya sakit, panas, dan nyut-nyutan. Tetapi kalo jarum yang mahal nggak sakit. Hehehe... ternyata alat kedookteran ada level kualitasnya juga ya kaya sepatu kualitas KW.
Selama darah aku mengalir dari kantong  gu teringat film Breakingdawn sequelnya twilight... fampir yang doyan darah. Waktu itu aku nonton bareng su putri, anak ke[erwatan 2009. dia cantik tapi dah punya cowok.  Di film itu si ada wanita yang dihamilin vampir dan dia perlu minum darah supaya bayinya dapat nutrisi... Huwekkk.... ni  film konyol banget tetapi banyak yang nonton , dugaan aku sih karena para bintanya ganteng dan cantik. Vampirnya ganteng jadi terkesan romantis. Coba kalo vampirnya juelek... nah kagak ada romantis-romantisnya.

Sambil menunggu kantong penuh aku bercakap-cakap dengan Mba Vira. Aku menanyakan mulai dari asal kuliahnya dimana sampai bertanya seputar  intalasi tempat ia bekerja sekarang. Sangat ramah dan hangat di selingi pertanyaan balik dan beberapa kali tawa canda. Aku menggerakgerakan tangan kanan aku dan “mas, jangan bergerak gerak tangannya, nan macet dan jika belum penuh maka dipindahkan ke tangan yang sebelah kanan” tegur mba nya...
Ha? Haduh.. karena aku nggak mau proses pencoblosan (emangnya pemilu jaman orba?) pembuluh vena di ulang di lengan sebelah kiri aku langsung mematung... sambil ketawa-ketawa sendiri negebanyani kalo hal tersebut terjadi beneran...
Mba Vira juga ketawa ngeliat gelagat aku ..
Setelah kantong darah penuh, mba Vira mengucapkan terima kasih. Aku dapet bingkisan roti dan susu. Lumayan. Heheh trima kasih mba.. aku langsung keluar ruangan . temen aku si Catur udah tidur di ruang tunggu.

“tur bangun, pulang yok, “
“kok lama banget pri?”
“iye, aku darah tinggi, jadi harus istirahat 50 menit buat nurunin tensinya, nih lumayan aku dapet bingkisan. Aku tau kalo aku lapar dan nggak punya duit aku tinggal donor darah aja trus dapet makanan, hahahahha”
“apah yang ada mati luh kelaperan di sedot darah lu” catur mencoba menanggapi tanpa mimik serius....
Setelah selesai pukul 11 malam , aku dan catur pulang.  Dalam perjalanan  mencoba merenung. Ternyata sehat itu anugrah. Banyak orang dirawat di rumah sakit. Mereka berjuang melawan penyakit dan bertahan hidup. tetapi aku barusan nggak solat magrib Cuma gara-gara malas dan kecapaian.  Mungkin selama ini aku terlalu sibuk mengejar cita-cita. Menjadi  Artis band yang nggak kecapai dan berbelok arah ingin jadi Corporate lawyer, orang sukses, orang terpandang. Tetapi selama ini aku melupakan Allah. Tuhan yang menciptakan. Memberikan nafas, rezeki dan kesehatan.

Semoga hikmah hari ini membawa perubahan bagi hidup ini. esok dan selamanya....

Sabtu, 17 Desember 2011

Tiga jam Bersama Habiburahman El Shirazy


       Salah satu orang yang menginspirasi aku untuk menulis adalah seorang sastrawan Habiburahman El Shirazy atau biasa di panggil kang Abi. karyanya novel ayat-ayat cinta dan novel Ketika Cinta Bertasbih menjadi novel best seller dan telah difilmkan.  Novel ayat-ayat cinta terjual hingga satu juta eksemplar. Hari ini, jumat 16 november 2011, saya berkesempatan untuk bertemu dengan beliau dalam acara talkshow tentang kepenulisan yang diadakan mahasiswa perikanan fakultas pertanian UGM. Di dalam benakh saya tersimpan tanya. Sebenarnya apa yang bisa membuat kang Abi menjadi penulis yang tulisannya mengisnpirasi banyak orang?  Mungkin nggak ya  bisa menjadi penulis terkenal seperti kang Abi? Hehehehe, nampaknya seperti mimpi disiang bolong, tetapi mimpi adalah permulaan yang baik. Bukankah dahulu juga orang bermimpi bisa terbang di langit?
       Jam 13.00, hari jumat.  nggak solat jumat karena Malamnya ngerjain tugas sampai pagi. Masih agak ngantuk dan lelah Dengan tergesa-gesa saya berjalan ke arah auditoriun fakultas pertanian UGM. Sebelumnya terlebih dahulu bertemu teman-teman komunitas HTN di fakultas Hukum untuk memberikan hasil riset tentang kemajuan pembangunan propinsi papua dan papua barat pasca diberlakukannya otonomi daerah. saya pamit ama sesepuh (panggilan senior yang sudah matang ilmu dan berpengalaman juara nasional debat).  Perjalanan saya ke arah auditorium di iringi rintik-rintik hujan. Memasuki fakultas pertanian saya disambut pohon-pohon jenis akasia dan cempaka di kanan dan kiri yang tumbuh lebat dan daunnya menjuntai ke segala penjuru. saya melewati jalan setapak yang di balut batu alam yang lebut. Lurus ke arah utara dengan corak yang alami. Lay out Di sini benar-benar tertata rapi dan indah untuk di lihat, namun tampak asing dan karakter manusianya pun agak berbeda. Mungkin karena beda kluster dengan fakultasku. Singkat kata  sampai di dapan auditorium dan segera menuju ke meja registrasi.  saya disambut panitia, cewek ,  jadi teringat perkataan temen (gilang pamungkas). Dia membagi tipe wanita menjadi empat macam. Tipe A sampai tipe D. Tetapi saya gak mau bergelut dengan apa yang ada dalam pikiran saya tentang tipe wanita dihadapan saya. saya harus registrasi dan segera masuk ke aula. Nah sebelum masuk gue terlibat dialog dengan wanita yang jadi panitia. Dalam tulisan ini saya menyebut dengan nama mba panitia.
“selamat datang mas, silahkan menunjukkan kuitansi pembayarannya” tanya mba panitia.
Karena saya buru-buru akhirnya lupa bawa kuitansi pembayaran tiket talkshow
“wah, maaf mba, ketinggalan” jawab saya secara diplomatis
“kalo gitu namanya siapa ya mas?” tanya mba panitia
“nama saya... nah yang ini mba” saya nunjukin nama menggunakan jari telunjuk di list daftar peserta tetapi belum saya tandatangani.
“silahkan tandatangan mas” sambut mba panitia
Setelah  tandatangan saya langsung diberikan perlengkapan seperti booknote, materi, pulpen dan yang paling nggak kalah penting adalah snack.  Ingat ! Bukan snake tetapi snack atau makanan ringan. sesuatu banget buta saya karena gue belum sarapan dan makan. Hahaha...
Saya masuk ke dalam melewati pintu yang di jaga oleh panitia pria. saya memberi isyarat untuk masuk dengan bahasa tubuh respect dan mata ini lirik kanan kiri untuk membidik tempat duduk yang bakalan diduduki. Ada blok  kanan dan kiri semuanya hampir terisi penuh dan merata. Mata ini tertuju di barisan kelima dari depan. Di depan sudah ada dekan Fakultas pertanian yang membuka acara. Ada juga ujung mata saya sebuah mini stage dengan back drop seperti poster proposi acara talkshow ini. di mini stage tersebut ada tiga buah kursi dan meja yang ditata dengan apik dilengkapi dengan hiasa bunga. Di pojok depan sebelah kanan terdapat meja operator dan tempat panitia mengontrol acara, didukung oleh soundsistem yang baik dan ruangan menggunakan AC walaupun akhirnya dimatikan karena diluar hujan deras. Dari apa yang disampaikan Bapak dekan saat barusan gue baru mengerti asal mula julukan kampus biru  untuk kampus ini. Konon dahulu ada seorang dosen  di kampus ini yang menulis sebuah novel dengan judul kampus biru. Oh.... jadi begitu ya pak. Hehehe.
Setelah acara dibuka pembawa acara mengambil alih. Seorang wanita dan pria yang berpenampilan menarik dan komunikatif. Sembari mendengarkan ocehan mereka gue melahap snack yang ada di kardus. Ada aqua gelas, roti, risol dan apa saya nggak tau makanan apa yang jelas enak. Heheheh
Acara inti akhirnya dimulai. Satu persatu pembicara dipanggil oleh moderator disertai tepuk tangan riuh dan meriah para hadirin. Saya menebak ada sekitar 250 an mahasiswa yang datang pada waktu itu.  Pembicara pertama yaitu kang Abi, dan pembicara kedua adalah Iip Wijayanto yaitu penulis buku sex in the kost. Tetapi gue akan fokus mengulas segala informasi yang disampaikan oleh Habiburrahman El Shirazy atau kang abi dalam tulisan saya ini. dengan dipandu oleh moderator perbincangan sangat menarik. Beberapa point yakni sebagai berikut :
“Sejak kapan kang Abi mengenal dunia sastra atu kepenulisan?” tanya moderator
Kang Abi memberi sambutan salam terlebih dahulu. Dengan suaranya yang berat dan intonasi yang tepat serta tingkat kefasihan bahasa arab yang cume laud. ia menempuh s 1 dan S2 nya di Kairo. Kemudian beliau  menceritakannya panjang lebar mengenai awal mula menggandrungi karya sastra . kurang lebih apa yang beliau katakan sebagai berikut :
Beliau mengawalinya ketika sekolah dasar. Waktu itu ia sangat tertarik dengan puisi. Saat lomba mambaca puisi beliau sebagai ketua kelas mengikuti lomba antar kelas. Dengan lantang disertai liuk-liuk nada dan penekanan ia mambaca puisi tentang pangeran diponogoro karya WS rendra. Ia menang karena peserta yang lain tidak maksimal. Ada yang grogi, ada yang membacanya tidak sampai selesai, ada juga yang suaranya tidakterdengar. Hadiahnya 12 buku tulis. Beliau sangat senang dan menunjukkan kepada ibunya.
Kemudian ia sering membaca  puisi dan berbagai karya sastra termasuk menulis cerpen. Ia melanjutkannya hingga pesantren. Bersama teman-temannya ia sering mengikuti lomba termasuk di UGM ketika memenangi lomba membaca puisi arab di gelanggang yang diadakan jamaah salahudin.
Ketika ia diterima beasiswa  di Qairo ia memutuskan melupakan segala hal mengenai karya sastra. Beliau berniat akan fokus mendalami ilmu hadis. Ia tidak tertarik dengan segala kegiatan ekstra karena ia telah bosan mengikuti kegiatan ekstra atapun organisasi. tetapi tanpa disadari, ia mengasah kemampuannya dengan menulis buku harian dan menulis surat kepada ibunya di Indonesia. Ia menceritakan dan menggambarkan segala hal yang dilihat, dirasakan, dan dialaminya saat menempuh kuliah di universitas Al-azhar, Qairo, Mesir.  Saat perjalanan menuju mesir, saat di hotel dan saat tiba di sungai nil ia menulisnya secara indah. Setelah bebarapa tahun menjalani dan memperdalam ilmu. Ia sedang dalam taraf tingkat akhir. Artinya ia lebih fokus mendalami ilmu hadis karena akan menempuh ujian, akan tetapi beliau mendapatkan surat dari ICMI (ikatan cendekiawan muslim Indnesia) delegasi Qairo. Surat tersebut berisi penunjukkan dirinya untuk menjadi koordinator  ICMI bidang sastra dan seni perwakilan Qairo. Nah beliau  sangat kaget karena ia sama sekali tidak pernah mengajukan niat jabatan tersebut. Selidik punya selidik ternyata ada yang mengetahui kiprahnya di dunia sastra saat di Indonesia dahulu. Beliau menjalanya sebagai koordinator dan mengumpulkan sastrawan pelajar asal Indonesia. Sebagai koordinator mau tidak mau beliau membuat program kerja seperti latihan dan berdiskusi serta menunjukkan kebolehan masing-masing dalam hal karnyanya. Ia banyak menulis cerpen dan puisi seperti saat meilhat wanita cantik di sana ia menuangkan kekagumannya dalam bentuk puisi. Adapun beliau sering menulis kegundahaannya melihat gelaja disekitarnya seperti saat melihat berita  anak kecil di Israel yang di brondong ratusan peluru oleh tentara zionis israel. Ia menuangkannya dalam sebuah cerpen.
Keadaan mengubah pandangannya terhadap sastra saat ia membutuhkan dana untuk melanjutkan kulah S 2 nya di universitas yang sama ,Mesir. Tidak boleh bekerja tetapi ia bisa menjual kemampuannya dalam hal sastra yakni menulis. Ia mengajukan diri dalam sebuah percetakkan sebagai penerjemah bahasa arab ke bahasa indonesia. Deadline kerjanya sangat ketat. Ia harus menterjemahkan 200 halaman dalam waktu satu bulan. Sehingga waktu itu tahun 1999 ia tidak memiliki waktu luang untuk berkumpul bersama teman-temannya.  Seharian yang ia kerjakan adalah menerjemahkan buku arab kedalam bahasa indonesia. Sehari-hari hanya bersemdi di dalam kamar dan jarang sekali keluar untuk bermain. Tanpa disadarinya hal tersebut adalah cara Allah untuk mendidik dan mengasah kemampuan menulisnya. Ia juga pernah menulis cerpen bahasa arab dan menimbulkan reaksi  yang negatif dari wanita di sana karena cerpennya dianggap merendahkan wanita. Reaksi tersebut ia tangkap sebagai indikasi bahwa ia dapat menulis cerpen. Ceritanya menceritakan mengenai wanita yang mengorok saat tidur. Teman dekatnya menceritakan kebiasaan tersebut kepada calonsuami si wanita tersebut. Padahal, calon suaminya sangat sensitif terhadap bunyi, karena ia membutuhkan suasana tidur yang sunyi. Hingga akhirnya wanita tersebut dengan berkonsultasi kesana dan kemari mengambil keputusan untuk dioperasi agar tidak ngorok  atau mendengkur saat tidur. Akhirnya calon suaminya merasa lega dan menikahinya.  Cerpen tersebut sangat lucu. Singkat kata cerpen tersebut menceritakan kejujuran segala yang harus dipersiapkan saat menghadapi perkawinan agar terjadi pernikahan yang sakinah, mawadah, warohmah. Ia juga banyak menulis cerpen dan puisi seperti saat ia melihat perang di palestina yang menjadi inspiransinya. Hingga akhinya disana ia melahirnkan novel ayat-ayat cinta.
Pulang ke Indonesia ia menjadi pengajar. Kitab kuning. Akan tetapi para remaja kurang tertarik hingga ia menangkap fenomena saat berkunjung ke gramedia. ia melihat remaja yang sangat tertarik dengan membaca novel bertema cinta. Ternyata cinta itu sesuatu yang dapat dijadikan bahan ajarannya. Melalui cinta beliau dapat menyebarkan kebaikan islami. Hingga saat mengajar ia menyelipkan tema-tema yang hangat dan menjadi bagian kehidupan remaja.
Begitulah Habiburahman El Sirazy menceritaan panjang lebar mengenai awal mulanya terjun di dunia sastra.



Pertanyaan kedua yang disampaikan modrator yakni
“Apa  sih inspirasi seorang Habiburahman dalam menulis?”
Mengenai inspirasi beliau menjelaskan sebagai berikut
Bahwa inspirasi adalah ikan di lautan luas. Sangat banyak bahkan tidak terhitung. Seorang penulis adalah seorang nelayan yang bekerja mencari ikan. Ada nelayan yang malas ada nelayan yang rajin. Nelayan yang rajin ia akan memutar otaknya bagaimana mendapatkan ikan yang banyak. Ia bekerja keras hingga muncul cara-cara kreatif untuk menangkap ikan seperti memancing, menjaring, menggunakan kapal yang canggih. Sementara itu nelayan yang malas ia akan menunggu ikan terdampar di pinggir pantai. Memang sesekali dalam beberapa tahun ada ikan paus yang terdampar. Tetapi tidak baik apabila nelayan hanya menunggu di pinggiran pantai sementara itu di lautan banyak sekali ikan-ikan.
Sama halnya seorang penulis. Ia harus mengejar inspirasi. Baik dalam diri sendiri maupun keadaan di sekitarnya. Seorang harus pekak dan pandai menuangkan kegundahan akan suatu hal.
Contoh ketika timbul inspirasi mengenai cara mengatasi emosi. Seorang penulis yang kreatif dengan menggunakan facebook menulis di statusnya , bagaimana meredam emosi yang paling tepat? Jika anda marah apa yang anda lakukan untuk menenangkan diri?
Tinggal menungu selama beberapa hari pasti banyak komentar di account facebook dan pendapat atau coment di facebook dapat digunakan untuk bahan menulis sebuah essay atau artikel mengenai cara meredam emosi.
Seperti itulah Habiburahman El Farizy menceritakan perihal inspirasi bagi seorang penulis.
Pertanyaan selanjutnya yakni bagaiman agar menuangkan sebuah ide agar indah dan dapat menghanyutkan pembaca dalam peristiwa yang ditulis?
Beliau menjawab pertama yakni berlatih dengan munulis buku harian, kemdian memperkaya kosa kata dengan banyak membaca tulisan atau karya sastra dari penulis yang berkualitas. Selain itu penulis harus mengembangkan inspirasi yang telah didapat.  Caranya yakni dengan bertanya. Andaikata kita ingin menulis sebuah cerpen mengenai Sandal Jepit di masjid.
Lalu keluarkan beberpa pertanyaan mengenai sandal jepi yang akan menjadi tema pokok cerpen yang akan kita tulis.  Contohnya Milik siapa? Di hadapan kita akan sangat banyak jawaban yang muncul, tetapi jika ingin membuat keunikan tersendiri maka buatlah jawaban yang unik.
 Sandal Jepit Britney spears, Obama atau Ma’mum masjid. Anggaplah memilih jawaban Sandal jepit britney spears karena akan menimbulkan banyak pertanyaan dan cukup unik. Kemudian kita bertanya lagi . dimana? Di masjid. lah kok bisa sandal jepit britney spears ada di masjid?  Di curikah, atau ia mampir untuk solat? Atau jangan-jangan milik remaja masjid akan tetapi karena sandal jepit bergambar britney sehingga kita menyebut sandal tersebut milik britney spears.
 Nah pertanyaan-pertanyaan seperti itu tentunya dibuat dan jawabannya adalah menggambarkan seuatu atau keadaan.  Contoh diatas hanyalah contoh sederhana. Jika ingin membuat novel tentunya membutuhkan latihan keras.
Sebuah novel yang baik tentunya membutuhkan riset yang dalam dan membutuhkan waktu yang cukup lama. Misalnya novel Bumi Cinta karya akang Abi yang terbaru. Waktu yang dibutuhkan untuk merisetnya yakni satu tahun. Hal tersebut karena berlatar belakang kota Moskow di Rusia. Beliau meneliti dari mulai kajian antropologis, hingga setting suasana di Moskow. Risetnya melaui buku, internet, wawancara orang yang berpengalaman tinggal di Moskow dan lain sebagainya.
Beliau mengahkiri pertnayaannya dan disambut tepuk tangan para peserta talksaho yang hadir.
Nah seperti itulah  hal yang dapat gue ceritakan seputar talkshow kepenulisan dengan pembicara utama Habbiburahman El Shirazy.  Diluar hal yang gue sampaikan di atas sebenarnya banyak sekali hal yang dapat di petik seperti apa yang disampaikan pembicara kedua Iip Wijayanto. Adapun masih banyak ilmu yang terlewatkan. Karena keterbatasan memori di otak gue sehingga gue hanya dapat menceritakan yang diatas saja.
Jam menunjukkan sekitar  pukul 16.30. acara talkshow usai,  Acara dilanjutkan dengan pembagian plakat di akhiri sebuah perfomance acoustik yang menampilkan grup musik dengan komposisi pemain Jimbe, Gitar, Harmonika dan Biola serta seorang vokalis wanita berwajah imut-imut. Dua buah lagu  dibawakan dengan sangat apik. Setelah itu acara ditutup dan gue keluar mengambil sertifikat di depan auditorium dan mengambil makanan. Gue langsung pergi meninggalkan auditorium melewati jalan yang gue lalui sebelumnya. Gue sangat Terima kasih kepada Allah tetah memberikan kesempatan untuk membuka wawasan tentang sastra, tulisan baik puisi, cerpen dan novel.
Ada hal yang sangat penting yang gue tangkap dari semua yang telah gue uraikan diatas. Bahwa seorang penulis akan lebih baik jika ia memiliki banyak ilmu. Seorang penulis harus selalu belajar, belajar dan belajar akan sesuatu hal. Terutama ilmu mengenai agama, karena apa yang kita tulis harus dapat dipertanggungjawabkan. Sesosok Habiburahman El Sirazy mendalam iilmu hadis dan menyebarkan ilmunya dengan dibalut seubuh karya novel tentang cinta dibalut sentuhan agama. Sehingga pembaca dapat mendapat banyak ilmu.
Saya akhiri tulisan ini dengan sebuah pesan “ jadilah seseorang penulis yang dapat menginspirasi banyak orang, bukan sebuah materi tujuannya. Akan tetapi kebaikan yang kamu sebarkan”.
SEKIAN

Minggu, 11 Desember 2011

8 desember 2011, aku...

Hujan menyambut pagi itu. yogyakarta 8 desember 2011. mata ini masih setengah terbuka, tetapi hati ini memaksa menuntun ke ruangan tamu. biasanya telah tersedia koran langganan.
rasanya ingin segera mengetahui berita hari ini. Hmmmmmm membolak-balikan halaman koran nasional yang lebar dan masih berbau.
ada sekelumit masalah yang terpampang di halaman koran nasional hari itu.
apalagi kalau bukan berita jembatan gantung 190 milyar kutai kartanegara yang runtuh, disusul berita
kasus korupsi, terpilihnya ketua KPK yang baru Abraham Samad, dan yang membuat ngeri sekaligus
sendu adalah tragedi pembunuhan.

keingintahuanku tertuju pada dua peristiwa yang membuat miris, peristiwa pembunuhan yang tentu saja bersuasana duka.
aku berusaha mendalaminya dengan memilih kolom itu untuk dibaca.
walaupun bukan berita utama dan tidak di taruh di halaman paling depan, nampaknya menggoda pikiranku.

seorang siswa SMA tewas karena di tikam di sebuah kafe di jakarta . kemudian ada lagi
mahasiswa universitas alAzhar Indonesia tewas di keroyok seniornya.

lagi-lagi aroma kekerasan. bukan motif ekonomi atupun dendam. hanya ego sesaat.

jika membaca latar belakang kejadiannya, bukanlah sesuatu yang serius dan besar.
bersenggolan dan rasa curiga. ataupun tuduhan atas pencurian helm usang.

namun semuanya berujung pada hilangnya nyawa sang pemuda. lagi-lagi persoalana sepele yang menyulut
emosi.rasa tidak simpatik berujung amarah yang sangat.

aku tertunduk dan berusaha memahami apa yang ada dalam pikiran mereka, segenap perasaannya, kondisi
dan semua penyebab yang mempengaruhi peristiwa tersebut. tentu saja rasa haru dan dendam yang ada pada keluarga korban.
seandainya kejadian itu menimpa saudaraku. apakah aku akan kuat menahan tangis? ah, tidak. tidak akan terjadi. mereka akan baik-baik saja disana, di jakarta. kakak dan adikku.
tetapi rasa amarah dan penyesalan yang hinggap pada diri pelaku.setidaknya  dapat dipetik,
ada hikmah dan pelajaran. bahwa hidup adalah perjalanan sesaat. banyak cobaan yang merintang dan harus dihadapi.


sudahlah, masing-masing diri kita memiliki masalah yang berbeda. setidaknya aku lebih beruntung dalam menjalani hidup ini.

akupun memikirkannya lagi. bukan beban, namun kewajiban. menyelesaikan kuliah untuk mendapatkan ijasah.
ijasah itu penting, walaupun bukan satu-satunya jaminan akan sukses kelak. aku tidak tahu jalan apa selain
melalui ijasah s1 dari universitas yang memiliki reputasi.  otakku tidak sepandai bill gate. tidak kreatif seperti penemu facebook entah siapa namanya, aku mencoba mengingatnya. cukup sulit untuk di ucapkan, Mark Zukkeberg kalau tidak salah tentunya. tubuhku tidak se ideal para eksekutif muda. yah, apapun itu aku berusaha menjadi cita-citaku , menjadi corporate lawyer.

mungkin harus berlatih untuk bersyukur. meskipun hati ini terkadang menyesali keadaan. kenapa? luka itu,  namun bukankah kisah cinta itu sudah
kulupakan?
lagi-lagi teringat dia. dia selalu ada dalam pikiranku. entah mengapa walaupun jelas-jelas dia menganggap diriku bukan levelnya. cukup perih memang.
rasa cinta ini cukup dalam. cukup dalam untuk sebuah  perkenalan yang singkat. ketika sama-sama menjalani tugas kepanitiaan di kampus. tugas yang cukup aneh dan belum pernah aku rasakan sebelumnya.
setidaknya dia telah memberikan wangi tubuhnya, senyum manisnya, dan memberikan sedikit kisah hidupnya.
walaupun kadang hati ini tercabik-cabik ketika dia dengan bangga menunjukkan pacarnya yang jauh disana kepada teman-temannya .
sudahlah...
biarkan semuanya mengalir. cinta itu berbeda tipis dengan benci. lebih baik jangan menghayal. lakukan yang terbaik untuk masa depan . toh, kata orang wanita itu jumlahnya melebihi laki-laki.
tetapi tetap saja hati ini tidak bisa berbohong. dia memang spesial, dan wah di mataku.
matanya, pipinya, dan yang terpenting sikapnya.

baiklah. kali ini aku harus optimis.

aku harus bergegas mandi pagi, berpakaian, sarapan dan meluncur ke kampus. tentunya disertai harapan semoga
kuliah hari ini lancar.

Selasa, 06 Desember 2011

Perjalanan: Doraemon itu Nyata...

Perjalanan: Doraemon itu Nyata...: Alaram handphone berbunyi. gue berusaha membuka mata gue. mencoba membuka mata dan meraba sisi kanan tubuh yang terbujur lemas 8 jam yang ...

Doraemon itu Nyata...

Alaram handphone berbunyi. gue berusaha membuka mata gue. mencoba membuka mata dan meraba sisi kanan tubuh yang terbujur lemas 8  jam yang lalu. sudah jam 07.00 pagi.. tekan tombol keluar untuk mematikan alaram handphone  ini yang usang... komik doraemon yang sudah lusuh tertumpuk di sisi kanan kasur. sudah tiga hari lalu Catur teman kos  menagih untuk di kembaliin ke persewan komik.
tiga tahun lalu gue masih mahasiswa baru, sekarang sudah menjadi angkatan Tua. apa yang telah gue perbuat selama ini? tidak menjadi  ideal ataupun berprestasi. gue merasa hanyalah sampah. hanya merasakan kepedihan yang mendalam akibat rasa sakit kisah cinta yang berujung tragis. kalo gue pikir-pikir, nasib mirip kaya nobita. tokoh komik dan kartun. selalu bernasib malang dan sial akibat ulahnya sendiri. selalu dimarahin pak guru, ditindas oleh giant, di kerjain suneo, di anggap sebelah mata oleh Sizuka dan di cuekkin oleh anak-anak lainnya. seandainya doraemon itu nyata...

tapi harus  lupakan semua. khayalan itu cuma harapan kosong. nggak ada doraemon. jangan pernah menunggu keajaiban. keajaiban harus gue kejar.  tugas didepan mata sudah menghadang. harus bergegas bangun dan berdiri.

yah.. kadang  gue merasa putus asa menjalani hidup ini. bukan menjadi sesuatu yang berguna. tetapi kadang bingung sendiri. merasa menyesal karena suatu hal.
padahal kata orang-orang dan pak ustadz hidup itu harus di syukuri... (bersyukur alhamdulillah.. )
ayo tuntaskan tugas ini.. selesai kuliah dan tanpa ada masalah sedikitpun...

sebenarnya gue kehilangan sosok inspiratif... dulu pas smp pengen jadi seorang gitaris seperti erros. sekarang gue nggak tau mau jadi apa? yang jelas kalau ada yang bertanya  mau jadi apa. jawaban gue  mau jadi orang yang berguna bagi nusa, bangsa dan agama.  at least berguna buat  orang di sekitar. hehe terlalu diplomatis seperti politisi.

(dari paragraf atas gak nyambung.... )

yang jelas doraemon itu fiktiv. tetapi gue suka baca komiknya. hahaha lumayan buat menghibur....
 
sekian terima kasih...

Kamis, 01 Desember 2011

sumpah pemuda


SUMPAH PEMUDA


Kami poetra poetri Indonesia
Mengakoe bertumpah darah jang satoe
tmpah darah Indonesia
Kami Poetra poetri Indonesia
Mengakoe berbangsa jang satoe
Bangsa Indonesia
Kami poetra poetri Indonesia
Menjoenjoeng bahasa persatoean
bahasa Indonesia


seiring kehidupan berbangsa dan bernegara, tirani, diskriminasi, pelanggaran Ham, Korupsi merajalela
maka dari itu mahasiswa sosok idealis dan memiliki peran strategis untuk melanjutkan estafet kepemimpinan
melakukan ikrar sekaligus menujukan kepada penguasa bahwa mereka di awasi :

SUMPAH MAHASISWA

kami mahasiswa Indonesia bersumpah
bertanah air satu
tanah air tanpa penindasan
kami mahasiswa indonesia bersumpah
berbangsa satu
bangsa cinta keadilan
Kami mahasiswa Indonesia bersumpah
berbahasa satu
bahasa tanpa kebohongan

Tulisan orang gila

gue heran, kenapa ada orang  gila? sebenarnya apa tolak ukur untuk orang dikatakan gila?

penyakit jiwa, stress, gilak, atau atau sejenisnya seing menimpa orang-orang disekitar kita. bisa jadi kita korban berikutnya yang menderita kegilaan. mereka ada yang berkeliaran di jalan-jalan dan ada pula yang menjalani perawatan di rumah sakit. kadang gue berfikir dalam hati "kenapa?". gue juga merasa kasihan karena sebagaian besar mereka sama sekali tidak diperhatikan. pakaian yang mereka pakai dan makanan yang merka makan kadangkala tidak layak dan meprihatinkan. ada nggak ya peraturan hukum yang melindungi mereka? atau konvensi di dunia yang melindungi orang gila? apakah mereka memiliki hak asasi seperti kita?

sejauh yang gue tau selama ini belum ada undang-undang atau peraturan yang setingkat undang-undang yang mengatur orang gila . akan terbayangkan jika anggota DPR membicarakannya dalam sidang DPR. tentu saja akan mengundang kontroversi karena masalah yang diangkat keparlemen tidak layak. bisa-bisa mereka ikut-ikutan jadi wong edhan . "orang gila kok dibuatkan undang-undang, dasar DPR wong edhan" begitu kira-kira nantinya.

jika dipandang dari aspek keperdataan elas orang gila tidak dapat melakukan perbuatan hukum. sesuai dengan syarat subjektif suatu perjanjian yakni harus cakap hukum (1320 bw). nah kalou begitu orang gila keberadaannya secara hukum tidak dianggap?. tida. mereka dianggap ada tetapi tidak diperbolehkan melaukan perbuatan hukum.

ngomongin orang gilak seperti orang gilak. udah tau mereka gilak, kenapa harus di bicarakan? yang jelas gue cuma penasaran aja. mengapa mereka seperti itu? gue takut hal tersebut menimpa diri gue.
gue prihatin dengan jatuhnya korban akibat kerumunan masa.jatuhnya 90 korban pingsan akibat antrian pembelian ponsel canggih BB di plaza pasific jakarta (25 nov 11) dan sebelumnya  tewasnya 2 suporter timnas di GBK (20 Nov 11)

peristiwa sebelum-sebelumnya juga sering muncul contohnya saat pembagian zakat oleh orang kaya maupun antri pengobatan sang dukun cilik Ponari. apa yang salah? apakah petugas tidak sigap dalam pengamanan? tidak, buktinya gue liat di berita sang kapolres turun tangan menenangkan masa dan gue liat
seorang brimob dengan sigap membopong waita pingsan ke safety area. tapi gue gak tau apakah
sang brimob tersebut akan memberikan nafas buatan kepada cewek itu. nah kalin pikir aja sendiri.
kalo korbannya ce cantik maka pertolongannya pasti sigap. bagaimana jika korbannya cowok
dengan tampang amburadul?
makannya buat para pembaca (emanknya blog ini ada yang baca ya? hahaha) harus selalu dapat berfikir jernih menilai sesuatu.  hindari berada dalam kerumunan massa karena pertama akan berpotensi terjepit dan terinjak-injak, kedua dalam suatu kerumunan maka
oksigen yang tersedia sedikit dan diperebutkan manusia lainnya.

emang sih, nggak ada salahnya membeli suatu produk yang diskon 50 %
terlebih produk tersebut sangat kita inginkan dan tentnya kita punya budget.
asal nggak sampai jual perabot rumah atau ngutang demi sebuah BB.
secara psikologis kita dimainkan. kapan lagi dapat BB bilegio yang harga pasarannya 4 jtaan dan d jual hanya
2 juta. jika memilikinya lumayan buat bergaya dan akan berpengaruh cara pandang orang terhadap diri kita.

gue teringat saat novel hary potter sedang booming di mancanegara. walaupun pembeli sangat banyak, namun mereka antri dengan
sangat tertib. antrian mengular dan berputar-putar sehingga tidak terjad dorong-mendorong maupun terinjak-injak.
budaya antri di negara-neara maju seperti amerika dan jepang memang patut kita tiru. hal tersebut mencerminkan kualitas
person dari masing-masing individu. mereka sangat tertib dan menghargai orang lain.

 yang jadi masalah kemarin
adalah ponsel BB yang di diskon hingga 50 % di batasi hanya 1000 pembeli pertama. nah kalo udah kaya begitu orang akan kalap
dan kecewa jika tidak kebagian.
susah juga ya kalo udah begitu.
yang tidak habis pikir adalah mereka yang antri mayoritas sudah punya hp 2 sampai 3 dan salah satunya BB. kalo sudah
yang di beli bukan berdasarkan kebutuhan tetapi berdasarkan keinginan , emang sifat dasar manusia seperti itu.
kalo gue sih ogah antri kaya begitu. gak main-main taruhannya nyawa, blum resiko kecopetan. sangat menghabiskan waktu
dan nggak produktif. kalo emang punya duit dan ingin di pandang orang bukan hp yang di genggam tolak ukurnya.
lebih baik merendah diri waloupun hp nya jelek atau tidak ada fasilitas seperti BB bukan berarti kita ketinggalan
jaman atau nggak gaul.

untuk closing statement gue, ingat hindari kerumunan yang berpotensi tidak tertib karena akan membahayakan
nyawa anda dan kasian keluarga anda menunggu anda di rumah.

thanks.. wassalam....