27 Februari 2012
tiada ungkapan lain selain makian dan ungkapan penyesalan yang keluar pagi ini. sial, pahit, shit, damn, pokoknya expressing annoyed and anger. bagaimana tidak, alaram di hp sudah ku setting jam 06.00 tetapi tetap kesiangan. padahal jam 7 pagi ini ada akuliah hukum perdata. ngulang pula. jadi agak berantakan rencana untuk mendapatkan IPK cumlaud deh. memang sih alaram sempat berbunyi jam 6 pagi tadi, akupun terbangun dan tersadar. yes aku bisa bangun pagi, mandi dan akan kuliah. bertemu teman-teman baru angkatan 2011. itu yang ada dalam otak ku. berbicara sendiri kepada diri sendiri. namun entah mengapa otakku beberapa detik kemudian berbicara lagi. hei ini kan baru jam 6. lagian masih satu jam lagi, paling waktu untuk mandi dan bersiap-siap hanya duapuluh menit. mendingan tidur lagi aja deh kamu. sepuluh meniiittt aja. dan akhirnya aku memutuskan untuk menekan tombol alaram berhenti. dan tidur lagiiii.
dalam tidur itu aku meimpi aneh. mimpi yang seru dan menyenangkan. pasti banyak orang yang memimpikan hal itu. ah, lagi-lagi hanya mimpi, coba kalo beneran ? masak aku mimpi jadi peserta Indonesian Idol? bernyanyi di hadapan Juri. waktu itu sih dalam mimpiku jurinya hanya Ahmad dani. dan aku berhasil mendapatkan Golden ticket (menangis sambil terharu). aku tertawa riang dan mataku terpejam. aku buka lagi mataku dan ternyata saudara-saudara, waktu meunukkan jam 08.30. tidakkkk, itu artinya aku telat kuliah. artinya kelas yang dimulai jam tujuh sudah bubarrrr.. apa ini mimpi ya? aku mencoba memejamkan mata untk kemudian membuka mata lagi, memjamkan mata, membuka lagi. merem melek merem melek dan INI KENYATAAN.
akhirnya aku harus legowo untuk menerima semua ini (lebay alay apalah namanya dalam ilmu bahasa bisanya majas hiper.... hiper...emmmmm hiper apalah lupa.). terus kenapa alasan pengalaman telat ini aku tulis di Blog ini?. pertama aku memiliki komitmen untuk tidak terlambat. baru kali ini mengalami hal terlambat. kedua. aku mencoba untuk disiplin bangun pagi supaya rejekinya tidak dipatok ayam, ketiga sudah setahun ini aku sering telat dan sering kali datang di kelas kemudian di usir oleh dosen. keempat aku ingin meperbaiki IPK yang hampir, hampir hampir cumlaud. kurang 0,1 sajah saudara-saudara. sebenarnya kalo skripsi ku ini nilainy A maka cumlaud pun ada di tangan. tapi untuk menjaga kemungkinan terburuk maka beberapa mata kuliah jadi kuulang.
kamern ada pengalaman seru nih. jadi pas pagi-pagi si gilang n Ali ngajakin renang. tetapi karena kebiasaan tidur kebo jadinya aku ga ikut. abis renang mereka berdua datang ke kos ku. menceritakan banyak hal pas di tempat renang. cerita tentang cewek , tentang si ali yang hampir tenggelam di tempat yang kedalamannya cuma satu meter (padahal tinggi badannya 160 cm) dan tentang foto-foto bugil mereka berdua. yang paling seru sih pengakuan si gilang kalo ternyata di berenang ke tempat yang dalam. tiga meter, gila padahal di baru bisa berenang. ternyata eh terrnyata dia cari tempat sepi dan dalam buat kencing. ya kencing. bahasa inggirsnya pee (an act of urinating). kencing sambil berenang di tempat yang dalamnya tiga meter. tuh orang jorok banget . aku nggak mau nyebutin nama kolam renangnya. takut-takut si gilang di gugat satu Milyar atas tuduhan pencemaran limbah berbahaya dan takut dilaukan Class Action oleh pengunjung kolang renang pada saat itu. tapi untuk mencegah hal yang serupa terjadi lagi maka sebaiknya yang namanya GIlang di Blacklist aja. DILARANG BERENANG BAGI YANG BERNAMA GILANG. gitu jadi kaya dipasangin kawat gigi, eh maksud ku dipasang papan peringatan. (peace gilang bagi yang merasa jangan marah eheheheheh)
at last but not least , aku berharap supaya kebiasaan bangun pagiku jam 5 bisa terulang lagi. tidak ada kata kesiangan. tidak ada kata-kata terlambat lagi. aku ingin menjadi orang yang berguna bagi nusa bangsa dan agama. bangun pagi, sarapan pagi dan memebrikan kontribusi positif bagi negeri ini. khususnya di bidang yang sekarang aku jalani. yang jelas kesusksesan bukan kita nikmatin sendri tetapi alangkah indahnya jika kesuksesan itu dapat kita rasakan bersama (loh > apa maksudnya?).
Minggu, 26 Februari 2012
Minggu, 19 Februari 2012
Nasihat Untuk mu...
memang sulit untuk menyadarkan seseorang agar kembali ke jalan yang lurus. bukan urusan pribadi tapi betapa indahnya jika mengajak seseorang menuju jalan kebaikan. ia lupa siapa penciptanya. ia tidak tahu untuk apa ia hidup di dunia ini. ia tidak mengerti harus berbuat apa agar hidupnya tenang. memang kehidupannya jauh dari kata mapan. tiada rumah, ayah dan ibu dan pakaian yang layak. tetapi mengapa kamu menyangkal agamamu? apa karena selama ini kamu tidak mendapatkan materi , kasih sayang dan kenyaman hidup untuk tumbuh dewasa?
tubuhmu kurus kering dan ringkih. nafasmu bau tembakau dan kulitmu sangat kusam tak terwat. matamu merah dan pucat. usaiamu masih muda. 22 tahun. tetapi ketika aku menanyakan cita-citamu hanya tertawa saja dirimu. menggeleng dan berkata hanya mengikuti kemana angin berhembus. asalkan mendapatkan makan untuk hari ini dan untuk hari esok. jawaban yang tidak memuasakan. semangat hidup dan ruh hidup akan mengantarkan kepada kesuksesan jika kamu memiliki cita-cita.
terpaksa aku lebih tegas untuk mengatakan bahwa lebih baik tidak mengenalmu. banyak orang sukses dan melupakan lingkungan sekitar, tetapi aku ingin memberikan sesuatu. nasihat. nasihat yang bersumber dari ilmu selama di bangku sekolah hingga kuliah . nampaknya nasihatku hanya menjadi bahan tertawaan. hantunan surat-surat Al-quran hanya menjadi bahan tertawaan. bagaiman ini? mengaji menjadi tertawaan. ayat-ayat Allah yang indah tidakkah dapat kau cerna?
aku bilang sudahilah merokok. merokok hanya memperkaya bos-bos tembakau. menambah pundi-pundi brangkas mereka. menyedot uang penghasilan mengamen mu dan merusak paru-paru dan tubuhmu. apa aku bilang. sebungkus hanya menjadi debu dan asap.
aku bilang jangan minum-minuman keras. tetapi setiap malam kau menenggaknya. padahal kau sadar kalau itu diarang. kau tidak mengerti bahwa sel-sel tubuhmu kepanasan dan keracunan. membuat pikiramu menjadi lemot dan bodoh.
tidakkah kamu mengerti akan hari setelah kita mati? baiklah apakah kamu mengakui akan ada kehidupan setelah kematian di dunia? kalau tidak. akau akan korupsi setelah menjadi pejabat. akau akan ke tempat pelacuran untuk melampiaskan nafsuku, akau akan menembak orang-orang yang aku anggap sebagai musuh. tetapi akau menyadari bahwa akan ada kehidupan setelah kematianku. akan ada hari pembalasan sesuai apa yang kita kerjakan di bumi ini.
hidup ini sangat keras tetapi di sisi lain hidup ini akan menjadi lembut ketika kita bekerja keras. percuma kerjakeras tapi tidak berkah. please... banyak orang yang lebih darimu. akau tidak akan peduli kamu. tetapi aku ingin mengingatkan. kau hanyalah SAMPAH masyarakat jika kamu tidak berubah.! berubah kejalan yang benar. kejalan yang di RidhoiNya. merubah sifatmu yang sok kenal dan sok akrab. mengusab sikapmu yang tertawa jika di nasehati. merubah sifatmu yang mengingkari Allah, merubah sikapmu yang sangat sombong. merubah sikapmu yang selalu menysahkan orang lain.
jika kamu merasa miskin, merasa jelek dan merasa tidak ada artinya lagi. maka hargailah pemberiannya. tangan, kaki, dan mulutmu. kamu adalah manusia yang telah mendapatkan anugrah dari Allah. maka bersyukurlah kepadanya. sholatlah... pahamilah Al-quran... dan bertemanlah dengan orang-orang yang saleh... dan aku tidak akan mengenal siapa dirimu sampai kamu berubah... karena aku tidak ingin menjadi kaum sepertimu dengan berteman dengamu.....
tubuhmu kurus kering dan ringkih. nafasmu bau tembakau dan kulitmu sangat kusam tak terwat. matamu merah dan pucat. usaiamu masih muda. 22 tahun. tetapi ketika aku menanyakan cita-citamu hanya tertawa saja dirimu. menggeleng dan berkata hanya mengikuti kemana angin berhembus. asalkan mendapatkan makan untuk hari ini dan untuk hari esok. jawaban yang tidak memuasakan. semangat hidup dan ruh hidup akan mengantarkan kepada kesuksesan jika kamu memiliki cita-cita.
terpaksa aku lebih tegas untuk mengatakan bahwa lebih baik tidak mengenalmu. banyak orang sukses dan melupakan lingkungan sekitar, tetapi aku ingin memberikan sesuatu. nasihat. nasihat yang bersumber dari ilmu selama di bangku sekolah hingga kuliah . nampaknya nasihatku hanya menjadi bahan tertawaan. hantunan surat-surat Al-quran hanya menjadi bahan tertawaan. bagaiman ini? mengaji menjadi tertawaan. ayat-ayat Allah yang indah tidakkah dapat kau cerna?
aku bilang sudahilah merokok. merokok hanya memperkaya bos-bos tembakau. menambah pundi-pundi brangkas mereka. menyedot uang penghasilan mengamen mu dan merusak paru-paru dan tubuhmu. apa aku bilang. sebungkus hanya menjadi debu dan asap.
aku bilang jangan minum-minuman keras. tetapi setiap malam kau menenggaknya. padahal kau sadar kalau itu diarang. kau tidak mengerti bahwa sel-sel tubuhmu kepanasan dan keracunan. membuat pikiramu menjadi lemot dan bodoh.
tidakkah kamu mengerti akan hari setelah kita mati? baiklah apakah kamu mengakui akan ada kehidupan setelah kematian di dunia? kalau tidak. akau akan korupsi setelah menjadi pejabat. akau akan ke tempat pelacuran untuk melampiaskan nafsuku, akau akan menembak orang-orang yang aku anggap sebagai musuh. tetapi akau menyadari bahwa akan ada kehidupan setelah kematianku. akan ada hari pembalasan sesuai apa yang kita kerjakan di bumi ini.
hidup ini sangat keras tetapi di sisi lain hidup ini akan menjadi lembut ketika kita bekerja keras. percuma kerjakeras tapi tidak berkah. please... banyak orang yang lebih darimu. akau tidak akan peduli kamu. tetapi aku ingin mengingatkan. kau hanyalah SAMPAH masyarakat jika kamu tidak berubah.! berubah kejalan yang benar. kejalan yang di RidhoiNya. merubah sifatmu yang sok kenal dan sok akrab. mengusab sikapmu yang tertawa jika di nasehati. merubah sifatmu yang mengingkari Allah, merubah sikapmu yang sangat sombong. merubah sikapmu yang selalu menysahkan orang lain.
jika kamu merasa miskin, merasa jelek dan merasa tidak ada artinya lagi. maka hargailah pemberiannya. tangan, kaki, dan mulutmu. kamu adalah manusia yang telah mendapatkan anugrah dari Allah. maka bersyukurlah kepadanya. sholatlah... pahamilah Al-quran... dan bertemanlah dengan orang-orang yang saleh... dan aku tidak akan mengenal siapa dirimu sampai kamu berubah... karena aku tidak ingin menjadi kaum sepertimu dengan berteman dengamu.....
Jumat, 17 Februari 2012
Tentang Ahmad Wahib
Pertama aku membaca nama "Ahmad Wahib" dalam benakhku bertanya-tanya. siapakah ia? sebagai mahasiswa aku tidak mengenalnya dan mengetahui tentang dia. tersirat dalam pikiran ini sepertinya nama itu tidak asing. rasa penasaran ini menuntunku untuk mencari biografi dan artikel tentang Ahmad Wahib. mesin pencari mengantarkan ke halaman web tentang Ahmad Wahid. ternyata ia bukan orang biasa, bukan seorang pragmatis sepertitiku. ia seorang pemikir dan selalu berkontribusi dalam hal pemikiran islam.
Ahmad Wahid lahir 9 november 1942 di sampang madura , ayahnya adalah pemuka agama (sulaiman). ia berangkat kuliah ke Yogyakarta untuk kuliah di fakultas ilmu pasti dan alam universitas gadjah mada. ia juga mempelajari filsafat. ia mengikuti HMI di yogyakarta. Ahmad wahib adalah gambaran anak muda yang kritis dan selalu mencarai tentang keresahannya. tentang makna hidup, tentang renungan terhadap kondisi sekitar, tentang agama yang ia yakini namun masih mencari. ia membentuk kelompok diskusi limited group yakni forum yang terdiri dari para pemikir seperti Dawam Raharjo, Djohan Efendi, Syu'bah asa, sayfullah mahyudin, djauhari muslim, kuntowijoyo, syamsudin abdullah, rendra, deliar nour, dan nono anwar makarim. dalam group tersebut Ahmad wahib berdiskusi mengenai keyakinan dan tuhan.
ia menulis segala pemikiran, kontemplasi, dan renungannya melalui catatan hariannya. catatan hariannya yakni salah satunya yang menjadi bahan renungan saat ini adalah
15 juli 1969
aku belum tau apakah issam itu sebenarnya,
aku baru tahu islam menurut Hamka,
islam menurut Natsir
islam menurut abduh
islam menurut ulama-ulama kuno
islam menurut johan
islam menurut subki
islam menurut yang lain
dan terus terang aku tidak puas, yag kucari belum ketemu , belum terdapat.
yaitu islam menurut Allah, pembuatnya.
9 oktober 1969
aku bukan nasionalis
bukan katolik,
bukan sosialis,
aku bukan budha
bukan protestan,
bukan westernis,
aku bukan komunis
aku bukan humanis
aku adalah semuanya.
mudah-mudahan inilah yang disebut muslim.
aku ingin orang memandang dan menilaiku
sebagai suatu kemutlakan (absolute entity)
tanpa menghubung-hubungkan dari kelompok mana aku
termasuk dari masa saya berangkat
Ahmad wahid tidak sampai menamatkan kuliahnya. ia berangkat ke jakarta untuk bekerja menjadi reporter Tempo. ia masih aktif berdiskusi dan juga megikuti kuliah tentang filsafat.
31 maret 1973 tengah malam dia kecelakaan tertabrak motor didepan kantor Tempo.
hingga hari ini catatan hariannya masih menjadi sumber kajian mengenai pemikiran pluralisme dan toleransi kehidupan beragama. hal tersebut adalah efek dan cerminan kehidupan beragama yang beranekaragam. sering terjadi konflik antara umat beragama. jangankan beda agama pada waktu itu (1970 an). saat ini satu agamapun sering terjadi konflik. entah itu aliran maupun kelompok tertentu yang mengatas namakan agama. pemikiran Ahmada Wahid terbuka dan cenderung mengarahkan pada kedamaian. di Indonesia ada enam macam keyakninan yang diakui oleh negara. ada berbagai macam suku dan karena negara Indonesia adalah kepulauan. sehingga para pendatang dengan berbagai meisnia menwarakan ajaran agama yang dianut oleh pemleuknya hingga kini. boleh jadi nenek moyang kita dahulu meyakini apa yang diyakini seperti apa yang kita yakini saat ini. boleh jadi seratus tahun lagi keyakinan itu akan berubah.
terlepas dari apa yang kita ketahui tentang Ahmad Wahid tentang pemikirannya tentu kita akan bertanya. bukankah latar belakang keluarga Ahmad wahid adalah sangat religius? dimana islam menekankan bahwa Al-quran adalah sumber dari segala pertanyaan logika manusia (bagi yang muslim). bahwa tidak ada keraguan padanya dan petunjuk bagi mereka yang bertakwa. bukankah sesuatu yang goib tidak bisa dijelaskan oleh alur logika manusia? dan bukankah toleransi beragama telah di ajarkan dalam Al-quran dengan memaknai "untukmu agamamu dan untukku agamaku". maka dari itu mengenai pemikiran-pemikiran Ahmad wahib mengenai toleransi adalah hakekat dalam menjalankan kehidupan bernegara. dengan kata lain ia memberontak karena masih ada perbedaan yang masih ditonjolkan. keberagaman agama, ras, suku, dan golongan tidak dapat dijadikan alasan untuk mengusik kedamaian sesama kita. sesama warga negara Indonesia.
Rabu, 15 Februari 2012
bertemu dan berpisah....
Pertemuan dan perpisahan dengan seseorang adalah hal yang biasa terjadi dalam hidup kita. terkadang kita lupa bahwa hidup selalu dinamis dan kita berada di dalamnya. tidak baik jika kita merenungi terlalu jauh tentang perpisahan karena bisa membawa kesedihan.
bertemu dan berpisah adalah hal yang bisasa. seperti halnya bertemu teman sehari-hari di kos atau di kampus. dan berpisah lagi untuk sesaat. jika perpisahaan terjadi dalam waktu yang lama dan telah terjadi ikatan emosional itulah yang memuat perasaan ini terasa sedih...
dulu aku pernah sesumbar. berpisah ya berpisah. nggak ketemu lagi kalo ketemu lagi ya syukur... tetapi perpisahan ada juga yang membawa kesediha. meskipun dalam agama berlarut-larut dalam kesedihan adalah hal yang dialarang. harus tegar dan ikhlas.
pada tanggal 25 agustus 2012 di Gunungkidul, DIY aku mengalami hal tersebut. unit 149 KKN PPM UGM pada pagi hari bergerak meninggalkan desa banyusoco menuju kampus UGM. KKN berakhir dengan sukses meskipun didalamnya sempat terjadi kemelut. aku di Sub unit dusun Klepu pada awalnya tidak sedih dan menangis seperti yang teman-teman alami. namun setelah tiba di Kos perasaan itu mulai muncul. rasa ridu dengan teman satu podokan, keluarga Bapak Yamto dan Masyarakat di sekitar Pondokan. Perasaan bersalah karena selama KKN selalu bermalas-malasan, tidur-tiduran dan tidak menjadi pemimpin yang mengayomi. sedih karena berpisah.
selama KKN (kuliah kerja nyata) aku bersama teman-teman menyususn program. program tersebut antara lain Menonton Film, Sosialisasi Bahaya Miras dan Narkoba, mengajari ibu-ibu membuat kontrak dagang dan mengajar pengajian. program pengajian anak-anak adalah yang sangat menohok diriku. bagaimana tidak yang mengajar dan yang diajar malahan pinteran yang diajar. hafalan surat-surat pendek anak-anak dusun klepu sangat banyak dan lancar. nah aku? hal tersebeut yang memberikan inspirasi untuk terus belajar mengaji. masak mahasiswa kalah sama anak-anak?
balik lagi ke cerita awal tetang perpisahan. sekarang 14 Februari 2012
setelah pidah ke lantai 2 di kos pakdhe (awalnya di lantai 1 trus pindah ke lantai 3). kesepian mulai menyelimuti kehidupan ini. pertama adalah ketika beberapa teman satu angkatan yang sudah diwisuda. trus temen-kos juga beberapa ada yang dah wisuda. si doli (temen kos lantai 3) termasuk yang udah lulus. dia menawarkan lemari peninggalannya seharga 25 ribu rupah. yah lumayan juga sekalian menggantikan lemari kardus yang udah lama. heheheh tadi siang dia pamit ke teman2 kos yg lain.
aku selesai membaca novel hafalan solat delisa karya tere liye (2005). dalam novel tersebut aku banyak belajar tentang perpisahan dan perjumpaan. membayangkan berpisah dengan orang tua membuat kesedihan dan menagis. dalam novel itu belajar untuk ikhlas tetang hidup membuat delisa lebih tegar. meskipun kakinya telah di amputasi. ada beberapa kemiripan kisah. membaca kisah itu aku teringat emak dan bapak di kampung. pesan emak adalah minta didoakan setiap selesai solat. seorang ibu memang tak terhingga jasanya. jika si desila ingin menunjukkan hafalan solatnya ke ibunya dan bu guru nur aku ingin mempersembahkan kelulusanku (wisuda di gsp).
overall , hidup ini harus dijalani dengan semangat. kalo kata ananda (temen kuliah) lakukan semua dengan ikhlas dan niat ibadah. wanita yang satu ini selalu memberikan nasihat-nasihat yang menyejukkan jiwa. dari awal pertemuan pada 2008 sampe sekarang selalu memberikan masukan-masukan positif seperti "ikuti berbagai macam kegiatan dan kontributif", trus "lulus bukan dalam waktu yang singkat tetapi pada waktu yang tepat".
perpisahan bukanlah akhir dari segalanya...
bertemu dan berpisah adalah hal yang bisasa. seperti halnya bertemu teman sehari-hari di kos atau di kampus. dan berpisah lagi untuk sesaat. jika perpisahaan terjadi dalam waktu yang lama dan telah terjadi ikatan emosional itulah yang memuat perasaan ini terasa sedih...
dulu aku pernah sesumbar. berpisah ya berpisah. nggak ketemu lagi kalo ketemu lagi ya syukur... tetapi perpisahan ada juga yang membawa kesediha. meskipun dalam agama berlarut-larut dalam kesedihan adalah hal yang dialarang. harus tegar dan ikhlas.
pada tanggal 25 agustus 2012 di Gunungkidul, DIY aku mengalami hal tersebut. unit 149 KKN PPM UGM pada pagi hari bergerak meninggalkan desa banyusoco menuju kampus UGM. KKN berakhir dengan sukses meskipun didalamnya sempat terjadi kemelut. aku di Sub unit dusun Klepu pada awalnya tidak sedih dan menangis seperti yang teman-teman alami. namun setelah tiba di Kos perasaan itu mulai muncul. rasa ridu dengan teman satu podokan, keluarga Bapak Yamto dan Masyarakat di sekitar Pondokan. Perasaan bersalah karena selama KKN selalu bermalas-malasan, tidur-tiduran dan tidak menjadi pemimpin yang mengayomi. sedih karena berpisah.
selama KKN (kuliah kerja nyata) aku bersama teman-teman menyususn program. program tersebut antara lain Menonton Film, Sosialisasi Bahaya Miras dan Narkoba, mengajari ibu-ibu membuat kontrak dagang dan mengajar pengajian. program pengajian anak-anak adalah yang sangat menohok diriku. bagaimana tidak yang mengajar dan yang diajar malahan pinteran yang diajar. hafalan surat-surat pendek anak-anak dusun klepu sangat banyak dan lancar. nah aku? hal tersebeut yang memberikan inspirasi untuk terus belajar mengaji. masak mahasiswa kalah sama anak-anak?
balik lagi ke cerita awal tetang perpisahan. sekarang 14 Februari 2012
setelah pidah ke lantai 2 di kos pakdhe (awalnya di lantai 1 trus pindah ke lantai 3). kesepian mulai menyelimuti kehidupan ini. pertama adalah ketika beberapa teman satu angkatan yang sudah diwisuda. trus temen-kos juga beberapa ada yang dah wisuda. si doli (temen kos lantai 3) termasuk yang udah lulus. dia menawarkan lemari peninggalannya seharga 25 ribu rupah. yah lumayan juga sekalian menggantikan lemari kardus yang udah lama. heheheh tadi siang dia pamit ke teman2 kos yg lain.
aku selesai membaca novel hafalan solat delisa karya tere liye (2005). dalam novel tersebut aku banyak belajar tentang perpisahan dan perjumpaan. membayangkan berpisah dengan orang tua membuat kesedihan dan menagis. dalam novel itu belajar untuk ikhlas tetang hidup membuat delisa lebih tegar. meskipun kakinya telah di amputasi. ada beberapa kemiripan kisah. membaca kisah itu aku teringat emak dan bapak di kampung. pesan emak adalah minta didoakan setiap selesai solat. seorang ibu memang tak terhingga jasanya. jika si desila ingin menunjukkan hafalan solatnya ke ibunya dan bu guru nur aku ingin mempersembahkan kelulusanku (wisuda di gsp).
overall , hidup ini harus dijalani dengan semangat. kalo kata ananda (temen kuliah) lakukan semua dengan ikhlas dan niat ibadah. wanita yang satu ini selalu memberikan nasihat-nasihat yang menyejukkan jiwa. dari awal pertemuan pada 2008 sampe sekarang selalu memberikan masukan-masukan positif seperti "ikuti berbagai macam kegiatan dan kontributif", trus "lulus bukan dalam waktu yang singkat tetapi pada waktu yang tepat".
perpisahan bukanlah akhir dari segalanya...
Sabtu, 11 Februari 2012
2 februari 2012 , stasiun senen jakarta...
nampaknya sulit untuk menghasilkan sebuah karya besar. terinspirasi dari penulis-penulis besar saya berusaha membuat novel tentang hantu kos-kosan. sudah sampai bab II, tetapi mandeg sampai bab III (blum selesai). akan tetapi saya merasa terdorong untuk menulis hal-hal nyata yang ada di sekitar kita. yakni pengalaman nyata yang saya alami. pengalaman tanggal 2 feb 2012 saya tulis sebagai berikut, silahkan membaca.
Bersabar dan bersyukur
adalah kunci dalam menjalani hidup ini.
tinggal jauh dari kota dan gemerlap dunia. Sunyi sepi dan tentram dengan segala tumbuhan
di kebun dan sawah. Hanya suara ayam berkokok, bebek dan kambing yang mengmbek
mencari rumput yang aku dengar. Jalan di desa
berlubang dan diapit tanah dan rumput liar. Air sungai yang cokelat yang
dipakai untuk kehidupan ini setiap hari.
Hari-hari liburan semester ini
aku isi dengan aktifitas beternak unggas. Ada bebek, ayam, dan angsa. Meskipun
ada penyakit flu burung tetapi aku tidak khawatir. Yang terpenting adalah
memberi makan ternak dengan dedak, pur dan nasi basi dan tentu saja diberi
munum. Melihat tingkah laku binatang tersebut membuat kepenatan ini hilang. Jika lapar mereka akan berkokok (suara
ayam), berkowek (suara bebek) dan
berngoak (suara angsa). Tetapi jika sudah diberi makan mereka akan diam dan
bermain, ada juga yang tidur di halaman kebun.
Sore ini aku akan
berangkat ke yogyakarta. Melanjutkan tugas akhir yang belum selesai. Rencana
aku akan ke stasiun senen siang ini. aku
harus mampir dulu ke tempat kakak di jakarta mengantarkan mootor yang telah
kupinjam.
Dengan meminta doa restu
orang tua aku pamit dan lekas ke jakarta. Jarak sekitar dua jam perjalanan.
Sesampainya di tempat kakak aku menaruh motor dan melanjutkan perjalanan ke stasiun
senen. Aku menaiki metro mini namun karen takut tertinggak kereta aku
memutuskan turun dan menaiki ojek.
Aku menawar harga ojek 20
ribu
“ bang stasiun senen ya
ngebut, takut ketinggalan kereta nih”
“30 ribu dek”
“limabelas ribu bang mau
nggak?”
“ya udah duapuluh ribu
aja”
Terjadi deal dengan abang
k=tukang ojek
Baru sampai depan hotel
cempaka mas hujan turun, sia abang-abang ojek meminta untuk benrenti di halte
nunggu hujan reda, padahal jam setengah lima kereta berangkat. Itu artinya
tigapuluh menit lagi. Tetapi aku melarang abang-abang ojek untuk berteduh.
“lanjut aja bang, takut
ketinggalan kereta nih”
“tapi kalo make jas hujan
berentu dulu aja”
Eh sialnya tuh ojek meke
jas hujan yang bukan bentuk kelelawar,tetapi
bentuk singgel (egois baget nih tukang ojek). Aku tetep kehujanan dasar ojek dodol. Bagi
tukang ojek lain kali kalo bawa jas hujan yang model batman lah supaya sang
penumpang nggak kehujanan.
Sesampainya di stasiun
senen praktis baju dan celana basah, tetapi untungnya nggak sampe kuyup.
Setelah bayar ke tukang ojek langsung bergegas ke satsiun lewat bawah karena
jalur selatan.
Sebelumnya menyempatkan
untuk solat ashar dulu. Seperti andagium yang sudah terkenal di indonesia yakni
“kencing aja bayar” maka wudhu juga bayar di sini. Aku nggak ngerti kenapa yan
di Indonesia kalau fasilias umumnya bayar seperti wc di terminal dan beberapa
stasiun?
Setelah solat selesai aku
mengunggu di banggu di sekitar peron 3.
Iseng0iseng baca tikat, ehternyata tadi siang salahbaca. Ternyata keretanya
berangkat pukul 19.30 alias jam setengah delapan malam.
aku kira jam stengah lima soreh. Dasar bedebah
. mulai deh nasib ini tidak jelas terkatung-katung di stasiun selama tiga jam.
Nah ada kejadian yang
lumayan aneh di sini. Yakni bertemu Mas Rokib (mantan ketua KMFH 2008). Belia
bekerja di satgas anti mafia hukum.
Awalnya agak canggung untuk mendekatinya tetapi kata hati ini terus
menyuruh untuk mendekat. Soalnya beliau juga melihat aku dan kayaknya masih
ingat aku.
“Aslmualaikum, Apri ya?”
mas Rokib
“ Waalaikum salam, Mas,
Apa kabar Mas?” jawabku
Di situ sekitar tiga
puluh menit kita berdua bercerita seputar pasca kelulusannya dan rencana
kedepan, sementara itu aku m=bercerita tentang proses tugas akhir ku. Setelah
itu beliau berangkat ke Tangerang. Di balik salah melihat jadwa di Tiket
tarnyata ada hikmahnya.
Dari situ aku banyak
belajar dari Mas Rokib. Terima kashi ya
mas atas segala nasehatnya semoga kita dapat berjumpa lagi.
Setelah itu aku terjebak
dalam lamunan menunggu kereta. Lalu ada bapak-bapak berwajah pucat mendekat ke
arahku lalu diduk di samping. Berpaiaian putih dan jeans dan sendal jepit.
Kulitnya utih dan sudah agak keruput dan usianya 48 tahun. Kemudian aku
terlibat perbincangan.
“ mau kema mas? “ tanya
bapak-bapak
“mau ke jogja pak”
jawabku “bapak mau kemana?”
“Mau ke jogja sama dek
tetapi naik ekonomi progo breangkat jam 9 malam”
Ternyata ada juga yang
menunggu lebih lama dari aku
Keudian apak itu
menanyakan alamat yang di tuju yaitu di jalan Wonosari Km 5 , aku jawab
setahuku saja karena aku juga pernah melewati jalan itu. rencananya Beliau meu
kerumah sahabatnya.
Dengan tangan gemetar dan
mata merah bapak itu menugsap usap wajahnya. Menunukjan beban hidup yang tidak
mudah. Memang sih jika melihat dari penampilannya seperti orang yang tidak
terurus. Lalu dengan jujurnya ia bercerita jika ia sedang punya masalah. Bukan
masalah ekonomi, bukan masalah hukum tetapi tentang penyesalan. Penyesalan yang
tidak dapat di bayar dengan papun. Dengan uang sekalipun . penyesalan yang
menyebankan kehidupannya hampa dan sedih berlarut-larut.
Aku hanya bisa mendengarkannya. Certanya
seperti ini.
Sekitar dua tahun yang
lalau isteri beliau meninggal karena gejala jantung. Ia sangat menyesal karena
ia belum sempat meminta maaf atas kesalahannya. Duameinggu sebelum isterinya
meniggal Beliau memarahi Sag isteri
hingga membuatnya menangis. Semalaman isterinya menangis. Dan dau minggu
kemudian isteri tersebut meniggal. Padahal bapak tersebut memarahinya atas
dasar sayang. Dalam sanubarinya yang dalam sama sekali tidak ada niat untuk
membuat isterinya menagis sedih, namun apa boleh buat perkataannya sanagt tajam
dan hati perempuan sangat lembut. Selama menjalani pernikaahn mereka berdua
hidup sederhana dikawasan setia budi jakarta. Menjadi penjahit pesanan pakaian.
Pasca meninggalnya sang istri praktis bisninya berhenti karena isterinya yang
menguasai keterampilan menjahit.
Sejak hari kematian sang
isteri hingga sekarang, bapak tersebut selalu menagis setiap malam. ia sadar
bahwa kematian tidak boleh berlaurt-larut untuk ditangisi, tetapi yang
mmbuatnya menagis adalah perkataannya yang kejam kepada isterinya hingga
membuat isterinya menangis. Perkataan tersebut tidak pantas seandainya aku
tulis di blog ini.
Kata Maa belum terucap
dan kata hati yang berbeda dengan tindakan. Kata kahit mengatakan sayang namun
dimulut berkata lain karena emosi.
Bapak tersebut kembali
meneteskan airmatanya. Ia ingin berangkat ke jogja dan bekunung ke
teman-temannya dan mencari solusi untuk kedamaiannya hidupnya.
Aku hanya bisa menatap
Bapak itu. aku sangat mengerti bangaimanan persaannya. Wanita yang dicintainya
selama ini harus meninggal dengan tidak teang karena perkataannya. Dan ia
meninggalkan luka hati didalam kubut tanpa pernah sempat mengucapkan kata maaf
spatah katapun kepada orang yang dikasihinnya. Hingga dua tahun berlaurt dalam
tangisan sendiri. Sungguh tragis.
Tetapi aku tidak bisa
menasihatin=n Beliau karena bagaimanapun beliau lebih tua . kata yang aku
ucapkan adalah “saya mengerti perasaan bapak”
Lalau azan magrib
berkumandang dan aku permisi kepada bapak tersebut untuk pergi ke mushola
Setelah selesai solat magrib
Akhirnya aku memutuskan keluar stasiun utnuk
mencari warteg (warung tegal). Meskipun Cuma makan nasi dan tahu tempe plus teh
manis tetapi harganya lumayan mahal yakni 9000 rupuah. Kalo di jogja udah dapet
ayam plus lele bakar tuh.
Lalu aku melangkahkan
kaki ke terowongan menuju tempat tunggu jalur selatan. Di dekat peron 3.
Sekitar satu jam aku
menunggu dan akhirnya pemberitahuan kereta Seja Yogya.
Sampai ketemu jakarta...
Joga kota pelajar aku
dataanggg...
Bersambung...
Rabu, 11 Januari 2012
HANTU KOS-KOSAN
BAB !!
Paginya
13 april 2011
Mereka berempat bangun dari tidur lelapnya. Indra, ayub dan gatot pulang ke kos masing-masing. Bersiap-siap untuk kuliah. “Ketemuan di kampus ya”, itulah kata-kata terakhir diantara mereka.
Hanya gilang sendiri. Seperti biasa apa yang dia lakukan sehari-hari. Ia bersiap untuk bergegas berangkat kuliah. Mengambil kunci motor dan turun ke bawah melewati tangga. Namun ia merasa ada yang janggal . ia mencium aroma kembang tujuh rupa yang biasanya ada di kuburan. Sejenak bulu kuduknya merinding. Ia masih terngiang-ngiang cerita mengeni dua tahun yang lalu di kamar tersebut.
Namun ia tidak peduli, jam tangannya menunjukkan pukul sembilan. Kelas mungkin sudah dimulai. Jika lewat lima belas menit ia tidak bisa mamasuki kelas. Ia langsung menaiki motor dan menarik gas sekuat mungkin demi mencapai kampus yang hanya berjarak sepuluh menit dari kosnya.
Gilang Sampai di parkiran kampus. Ia telat duabelas menit, tetapi ia yakin sang Dosen pasti dapat mentolelir keterlambatannya. Ia membuka pintu kelas disertai anggukan kepala sebagai rasa hormat kepada sang Dosen. Sang Dosen yang berkacamata dan berkumis tebal membalas anggukan itu. Sambil terus melanjutkan penjelasan kepada mahasiswa didpeannya terhadap slide-slide didepannya.
Gilang bergegas mencari tempat duduk paling belakang. Di kelas seperti biasa ia duduk di samping Iren. Selalu paling belakang kelas. Selama proses perkuliahan berlangsung Ia masih penasaran tentang hantu maupun arwah penasaran. Ia mencoba bertannya kepada Iren. Gadis cantik asal bali. Irene Selalu berpenampilan kasual dan sederhana namun orang yang melihatnya pasti akan menilai ia bukan berasal dari keluarga kelas menengah kebawah. Gaya busanaya Celana jins dan kaos serta sepatu slop berwarna putih dan tas hitang selalu diselempangkan di punggungnya.
Gilang menundukkan kepalanya dan menutupi wajahnya dengan buku dan dimulailah percakapannya dengan Iren, “Ren, aku mau tanya, kamu percaya nggak sih ama hantu?”
Ssstttt..... (suara peserta kelas lainnya)
Iren menengok kekanan dan setengah membungkuk ke arah gilang perlahan dan pelan “ha? Hantu? Ia percaya emangnya kenapa? Kamu takut hantu?” balas Iren
“kalo arwah penasaran?” tanya gilang lagi dengan suara yang lebih lirih
“ia, percaya, emangnya kenapa sih kok nanyanya aneh gitu?”
“gini, aku abis pindahan kos, nah denger-denger sih di kamar yang baru itu ada arwah gentayangan”
“tadi juga pas pagi-pagi ada yang aneh, bulu kuduk berdiri semua dan ada bau kembang tujuh rupa gitu”
Iren yang mendengan cerita dari gilang langsung merinding. Ia mencoba memikirkan kira-kira respon apa yang akan ia berikan atas cerita yang ia dengar. Ia nampaknya tidak simpatik dengan hal-hal yang berbau mistis. Yang ada dibenaknya adalah gilang keren, tapi ia masih belum bisa membaca pikirannya. Ia selalu berharap mungkin suatu saat nanti ia bisa bersamanya. Ia bingung soal hantu. terlebih ia bukan seorang dukun yang dapat melihat hantu dan menaklukan hantu atau arwah penasaran. Ia ragu untuk menjawab dan berusaha menenangkan Gilang sekaligus memanfaatkan kondisi itu sebagai kesempatan.
“yah mungkin perasaan kamu aja lang, nggak usah di pikirin. Nanti makan siang bareng ya” sambil melotot kemata gilang “harus mau!”
Ia berusaha mengalihkan pembicaraan. Dan berusaha mengalihkan perhatiannya kepada sang dosen di depannya.
“oke sip, makasi ajakannya ren, hehehe”
Gilang melupakan sejenak mengenai arwah yang selalu ada dalam pikirannya. Lebih baik memikirkan tugas yang baru saja di berikan dosen. Ia berusahan melihat catatan teman disampingngya dan mencatat mengenai bahan-bahan yang diberikan dalam kuliah itu. Sebenarnya ia tak sabar menunggu kelas usai. Ia sudah lapar karena tadi pagi terburu-buru dan tidak sarapan. Akhirnya Ia ingin makan siang dengan Iren. Meskipun dalam pikirannya masih sibuk memikirkan tentang hantu...
Kamis, 05 Januari 2012
HANTU KOS-KOSAN
BAB !
Gilang mahasiswa semester tujuh universitas ternama di Yogyakarta. Ia selalu brusaha menjadi mahasiswa idealis, mengikuti segala kegiatan di kampusnya dan berusaha menjadi kritis.
Suatu ketika saat malam jumat bersama teman-temannya berkupul di kamar kosnya . nomor kamar B13 lantai 2 Kos putra H18. Ia baru pindah ke kamar tersebut. Kamar itu sudah kosong selama dua tahun karena sebab tertentu, dan memang sengaja dikosongkan.
Tepat dua tahun yang lalu di kamar itu terjadi peristiwa bunuh diri !
Suatu ketika saat malam jumat bersama teman-temannya berkupul di kamar kosnya . nomor kamar B13 lantai 2 Kos putra H18. Ia baru pindah ke kamar tersebut. Kamar itu sudah kosong selama dua tahun karena sebab tertentu, dan memang sengaja dikosongkan.
Tepat dua tahun yang lalu di kamar itu terjadi peristiwa bunuh diri !
Gilang, Ayub, Gatot dan Indra . mereka berempat teman satu angkatan. mereka berkumpul di kamar B13 untuk berbincang-bincang seputar kehidupannya masing-masing. ya maklum, mahasiswa juga manusia. ada asmara, keuangan, tekanan hidup yang harus dilalui.
Di kamar B13 seluar 4 x 5 meter persegi. Dengan dinding bercat putih baru dan masih bau cat. Beralaskan ubin jawa dan ada karpet merah orange bermotif lambang kesebelasan sepak bola. Di sebelah timur ada sederetan meja dan rak buku. Diatas meja duduk sebuah printer dan laptop. Di sisi kiri Ada meja khusus untuk lesehan. Dan dispenser aqua. Lemari cabin berdiri di sebelah selatan dan terdapat cermin yang besar tergantung disampingnya. cermin segi empat ber frame kayu ukiran jawa peninggalan kamar tersenut. Sementara itu televisi di pojokan sebelah barat kamar . sangat lengkap dan rapih untuk kamar seorang mahasiswa pria.
Karena baru pindah dari kamar lantai tiga kamar ini memang masih tertata dengan baik. gilang berusaha mengenalkan suasana kamar barunya kepada teman-temannya yang juga lelah karena membantu pindahan tadi siang. setelah makan malam yang ditraktir oleh empunya kamar mereka beristirahat. terjadi percakapan diantara mereka.
Di kamar B13 seluar 4 x 5 meter persegi. Dengan dinding bercat putih baru dan masih bau cat. Beralaskan ubin jawa dan ada karpet merah orange bermotif lambang kesebelasan sepak bola. Di sebelah timur ada sederetan meja dan rak buku. Diatas meja duduk sebuah printer dan laptop. Di sisi kiri Ada meja khusus untuk lesehan. Dan dispenser aqua. Lemari cabin berdiri di sebelah selatan dan terdapat cermin yang besar tergantung disampingnya. cermin segi empat ber frame kayu ukiran jawa peninggalan kamar tersenut. Sementara itu televisi di pojokan sebelah barat kamar . sangat lengkap dan rapih untuk kamar seorang mahasiswa pria.
Karena baru pindah dari kamar lantai tiga kamar ini memang masih tertata dengan baik. gilang berusaha mengenalkan suasana kamar barunya kepada teman-temannya yang juga lelah karena membantu pindahan tadi siang. setelah makan malam yang ditraktir oleh empunya kamar mereka beristirahat. terjadi percakapan diantara mereka.
Gilang : dua tahun yang lalu disini ada yang bunuh diriIndra : hah? Serius? Nakut-nakutin aja koe langGilang : beneran, serius nih. Katanya sih gara-gara putus cintaGatot : haha, gue denger-denger sih kalo orang meninggal bunuh diri, arwahnya bakalan gentayangan. Di tempat bunuh dirinya arwahnya berusaha mencari jasadnya dan berusaha masukIndra: maksud loh?Gatot :arwahnya menyesal dan jadi arwah penasaran
Malam itu mereka memutuskan untuk menginap di kamar itu bersama-sama. Mereka juga berencana membuktikan apakah ada arwah penasaran di kamar itu.
Konon, seorang mahasiswa mengalami depresi karena asmara. Pacarnya pergi meninggaklannya. Ia kemudian menjadi galau , dan tidak peduli dengan kuliahnya. Ia merasa sangat terpukul dan kecewa dengan nasibnya. Ia merasa dikhianati cinta. Ia sudah terlanjur sayang kepada pacarnya. Sejak di tinggalkan ia putus asa. Tiga tahun yang lalu Apri begitu mencintai Marisa. Waktu dimana terjadi keindahan dimatanya. Saat pulang sekolah dengan seragam putih abu-abunya bersama-sama menggunakan transjakarta. mereka berdua selalu bertemu. terkadang karena bus sesak dan penuh , berdiri saling berhadap-hadapan. Tatap mata wanita itu bening. Bola matanya mengadah keatas menatap wajah Apri yang Tampan dan bertubuh lebih tinggi dibanding wanita itu. Tingginya hanya sebahu pria itu. Bibirnya berusaha memberi senyuman manis dan agak sinis. Menantang seorang Apri yang hobi futsal dan beken di sekolahnya untuk menyapa. Bagi Apri kebiasaan dapat menjadi rasa ingin tahu. Hingga akhirnya ia baru menyadari bahwa ia satu sekolah saat menjadi kelas dua. Apri dan Marisa bergabung dalam satu kelas. Di kelas tersebut menyatukan hati mereka. Dan setelah dua tahun menjalani kisah asmara. Apri menlanjutkan kuliahnya di Jogja begitu juga dengan Marisa. Saat keduanya bertembah intim. Mereka dipisahkan oleh takdir. Marisa meninggal akibat sakit leukimia yang dideritanya. Hal yang belum pernah diketahui Apriselama ini. dimas baru mengetahui satu minggu setelah pemakamannya di jakarta.
Ia beberapa kali menelpon Marisa, namun tidak pernah diangkat. Hingga akhirnya terdengan isakan tangis di ujug telepon. Suara Ibu nya. Ibunya Marisa berusaha memberikan kenyataan itu.
Apri merasakan tubuhnya lemas dan bergetarseolah tidak percaya. Yang dia ingat hanyalah senyum manis eperti bidadari sang pujaan Marisa. Ciuman lembut bibir dan hangat dekapan Namun semua kisah itu telah terjkubur dalam-dalam. Seolah tak percaya Apri pulang ke jakarta. Diatas batu nisan ia menangis dikelilingi para sahabatnya.
Ia beberapa kali menelpon Marisa, namun tidak pernah diangkat. Hingga akhirnya terdengan isakan tangis di ujug telepon. Suara Ibu nya. Ibunya Marisa berusaha memberikan kenyataan itu.
Apri merasakan tubuhnya lemas dan bergetarseolah tidak percaya. Yang dia ingat hanyalah senyum manis eperti bidadari sang pujaan Marisa. Ciuman lembut bibir dan hangat dekapan Namun semua kisah itu telah terjkubur dalam-dalam. Seolah tak percaya Apri pulang ke jakarta. Diatas batu nisan ia menangis dikelilingi para sahabatnya.
“Sayang, kenapa kmu pergi ninggalin aku? Kenapa kamu menutupi ini semua. aku nggak mengerti sudah sedalam ini aku mencintai kamu...”
Teman-temannya berusaha memberi dukungan dan merangkul pundak Apri untuk mengajakknya pulang..
Sampai akhirnya Apri merasa depresi dan kesepian. Di perkuliahannya ia jarang ngampus. Sampai akhirnya terdengar berita bunuh diri. Apri meninggal akibat luka sayatan di pergelangan tangan kirinya.
Langganan:
Postingan (Atom)